Truk merupakan kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkut barang dalam jumlah banyak atau berukuran besar. Selain itu, truk memang biasa digunakan oleh para pebisnis agar mudah mengelola logistik.
Dua jenis truk yang kerap digunakan ialah truk tronton dan truk trailer. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan dari dua truk tersebut, sekaligus sejarah dari truk itu sendiri.
Dua jenis truk ini memiliki beberapa perbedaan, keunggulan, serta kekurangan masing-masing. Bagi Anda yang ingin membeli truk untuk kebutuhan bisnis, sebaiknya Anda mengetahui perbedaan dari kedua jenis truk tersebut demi kelancaran fungsional dan operasional perusahaan.
Perbedaan Truk Tronton dan Trailer

Truk Tronton
Truk tronton merupakan tipe truk yang mempunyai tiga sumbu roda dan mempunyai 10 roda. Pengaturan roda truk tronton ialah 1-2-2.
Kapasitas barang yang bisa diangkut oleh truk tronton ialah sekitar 30 kubikasi dengan berat paling tinggi barang bawaan ialah 10 ton.
Tronton merupakan salah satu jenis truk yang kerap dijumpai di jalanan Indonesia. Sebab,banyak sektor bisnis dan ekspedisi yang memakai jenis truk ini.
Selain itu, tronton merupakan jenis truk yang cukup populer dipakai sebagai angkutan logistik. Sebab, dimensi truk ini tidak terlalu panjang dan memiliki kapasitas muatan yang besar.
Keunggulan tersebut membuat truk tronton dapat melewati jalan di kota kecil yang cukup sempit.
Distribusi tenaga di truk tronton ini bermacam-macam, terdapat yang 6×2, atau 6×4, tergantung medan jalan yang kerap dilewati
Truk trailer
Dulu masih banyak truk gandeng yang dipakai untuk angkutan barang dengan jumlah besar. Saat ini, truk gandeng sudah tergantikan oleh truk trailer.
Truk trailer merupakan tipe truk yang punya daya angkut sangat kuat. Truk trailer bisa membawa barang dengan berat 20 ton sampai 60 ton.
Selain itu, truk trailer ada dua jenis, yakni truk trailer 20 feet dan truk trailer 40 feet. Truk trailer 20 feet punya empat dan lima sumbu roda. Sementara, truk trailer 40 feet punya enam sumbu roda.
Kemudian, truk trailer punya beragam jenis yang disesuaikan dengan fungsinya. Misalnya, flatbed, flat track, box, serta trailer lowbed.
Truk trailer pun dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan dari jumlah sumbu dari ketinggian. Hal tersebut dilihat menurut beban muatan yang diangkut pada gandengannya.
Gandengan pendek cuma menggunakan dua roda. Sedangkan gandengan panjang, ditopang sedikitnya tiga roda.
Kalau ditinjau dari jumlah bannya, truk jenis ini sedikitnya mempunyai ban atau roda sebanyak 10 hingga 24 buah roda. Hal itu tentunya tergantung head tractor penariknya.
Biasanya, pengendara truk jenis ini diwajibkan mempunyai SIM B2 atau SIM B2 Umum.
Sejarah Truk di Dunia

Seperti kita ketahui, truk adalah kendaraan niaga besar diandalkan dalam mengangkut barang. Truk-truk yang ada di jalanan saat ini memakai pengaturan mesin yang letaknya di depan.
Namun menurut sejarahnya, ternyata truk pertama di dunia malah menggunakan mesin yang tempatnya di belakang.
Truk pertama di dunia dibuat oleh Gottlieb Daimler. Ia merupakan seorang penemu asal Jerman yang sebelumnya diketahui sebagai pembuat sepeda motor dan mobil pertama di dunia.
Menurut informasi, truk pertama di dunia tersebut diciptakan oleh Daimler pada tahun 1896.
Truk tersebut nemakai mesin ‘Phoenix’ 1.006cc, dengan pengaturan dua silinder, yang dapat menghasilkan tenaga puncak 4 dk dan memakan bahan bakar 6 liter per 100 km.
Mesin itu disimpan di belakang dengan posisi pengemudi tetap di depan dan memiliki tempat duduk layaknya kereta kuda.
Mengikuti perkembangan waktu, Gottlieb Daimler kemudian memberikan sedikit perombakan pada mesin truk buatannya. Misalnya, pada 1898, ia dan Wilhelm Maybach memindahkan mesin Phoenix yang awalnya di belakang menjadi di depan. Yakni di bawah jok pengemudi.
Walaupun telah ditemukan sejak 1896, tetap membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memasarkan truk pertama ciptaan Daimler.
Pada 1901, truk Daimler mulai diterima sebuah industri di Inggris dan kendaraan niaga tersebut menunjukan ketangkasannya terhadap kereta api bertenaga uap. Truk Daimler pun diterima dengan baik di Prancis.
Truk buatan Daimler generasi kedua yang diproduksi sejak 1899 sampai 1903 terdiri atas tipe dasar, berkapasitas muatan sekitar 1,25 dan 5,0 ton.
Kendaraan itu punya mesin dua silinder dan empat silinder, dengan output tenaga 4 dk sampai 12 dk telah sangat cukup pada masa itu.
Pada 1905 Daimler-Motoren-Gesellschaft (DMG) mempunyai sejumlah lini kendaraan niaga, mulai light van dengan tiga kelas muatan, yaitu 500 kg, 1000 kg, sampai muatan 1500 kg.
Kendaraan itu punya mesin dua silinder dengan tenaga 8 dk sampai 16 dk. Mesin empat silinder bertenaga 16 dk sampai 35 dk untuk kelas berat, bermuatan dua sampai lima ton.
Alasan Truk Digunakan Untuk Bisnis
Seperti yang sudah disampaikan di awal tulisan, truk kerap digunakan oleh pebisnis dan dianggap efektif untuk kelangsungan bisnis.
Lantas, apa alasan yang membuat kendaraan mobil truk ini dapat jadi pilihan yang tepat untuk para pelaku bisnis usaha untuk memakai jenis kendaraan ini?
Ternyata terdapat hal-hal penting dimana para pelaku usaha memilih truk di dalam operasionalnya tersebut?
Salah satu poin yang jadi kelebihan dari mobil truk ketimbang dengan jenis-jenis kendaraan lainnya ialah dapat mengangkut muatan barang dalam jumlah yang banyak.
Kendaraan truk sendiri sengaja dibuat supaya bisa membawa jumlah barang yang akan diangkut dalam kategori banyak.
Dengan memiliki daya tampung dalam jumlah banyak itu, maka tentunya bahwa para pelaku usaha dapat menerima keuntungan dengan mengangkut produk barang logistik dalam sekali jalan.
Selain itu, hal tersebut pun akan semakin menghemat biaya dalam hal pengiriman barang itu sendiri.
Tidak hanya itu, truk pun disebut ahli dalam di seluruh medan rute perjalanan. Tidak sama seperti kendaraan-kendaraan pada umumnya yang cuma dapat berjalan di rute jalan raya yang umumnya dilewati oleh masyarakat secara umum.
Truk memang cocok untuk digunakan mengantarkan barang atau logistik berat karena keunggulannya. Bahkan, jalanan yang berlumpur dan berbatu, tanjakan, pegunungan, hutan, maupun jalan berpasir dapat dilalui jenis kendaraan perniagaan tersebut.
Berdasarkan semua alasan di atas, truk masih menjadi pilihan terbaik untuk mengantarkan serta mengangkut barang-barang logistik ke semua daerah di Indonesia.
Itulah seluk beluk mengenai truk tronton dan truk trailer, beserta sejarah dan alasannya mengapa truk sangat handal untuk kegiatan bisnis. Tidak bisa dipungkiri, semua perusahaan terutama yang berhubungan dengan logistik wajib punya truk.
Akan tetapi, pebisnis tetap harus memperhatikan kondisi truk baik, baik sebelum digunakan atau pun saat disimpan. Sebab, terkadang kecelakaan disebabkan rem blong atau pecah ban akibat kondisi truk yang kurang diperhatikan.
Sehingga, perawatan truk pun sangat diperlukan, baik truk tronton atau truk trailer. Hal ini pun demi kelangsungan bisnis dan keselamatan pengemudi serta pengguna jalan lainnya.




Leave a Reply