Mengetahui berapa biaya perbaikan oli mesin mobil rembes sangatlah penting. Dengan begitu, Anda bisa mempersiapkan dana khusus untuk itu. Selain itu, Anda juga bisa melakukan perbandingan harga di beberapa bengkel jika sudah memiliki patokan harga untuk perbaikan yang perlu dilakukan.
Masalah oli merembes sering terjadi khususnya pada mobil yang sudah berusia 10 tahun lebih. Di sisi lain, anggapan mahalnya biaya untuk mengatasi mobil rembes seringkali menjadikan pemilik mobil malas untuk membawa mobilnya ke bengkel.
Anggapan tersebut tentu saja tidak benar. Sebab, besarnya biaya perbaikan oli mesin mobil rembes tergantung kerusakannya. Oleh karena itu, artikel kali ini akan menyebutkan berapa perkiraan biaya perbaikan yang mesti dipersiapkan.
Detail Biaya Perbaikan Oli Mesin Mobil Rembes

Sebagaimana yang disinggung sebelumnya di atas, biaya perbaikan masalah oli mobil rembes tidak mesti mahal, tergantung jenis perbaikan yang dilakukan. Jika sekedar perbaikan ringan, maka biaya yang harus Anda keluarkan tidak besar. Tapi biayanya sedikit lebih mahal jika ada komponen yang harus diganti.
Selain itu, komponen yang harus diganti turut memengaruhi besarnya biaya perbaikan oli mesin mobil rembes yang harus dikeluarkan. Semakin mahal biaya komponennya, maka biaya perbaikan yang harus dikeluarkan juga semakin besar.
Agar lebih jelas, Anda bisa membaca perkiraan detail besarnya biaya yang harus Anda keluarkan untuk mengatasi masalah oli mobil rembes di bawah ini :
Penggantian Gasket
Jika masalah oli rembes diakibatkan kerusakan pada gasket, berarti gasket tersebut harus diganti. Nah, biaya untuk menggantinya tidak terlalu besar, berkisar Rp 375 ribu hingga Rp 500 ribu saja. Harga tersebut tentu saja sudah mencakup satu set gasket sesuai dengan jenis dan merek mobil Anda.
Untuk biaya service yang dibebankan juga berbeda-beda, tergantung reputasi dari bengkel itu sendiri. Tapi umumnya biaya yang dibebankan berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Semakin bagus reputasi bengkel tempat Anda melakuan serivce, maka biaya service yang dibebankan tentu semakin besar pula.
Penambahan Sealant
Biasanya dengan melakukan penggantian gasket, masalah oli rembes sudah teratasi. Namun untuk mencegah kejadian tersebut berulang, Anda bisa meminta kepada pihak bengkel untuk menambahkan sealant.
Harga sealant untuk merek aftermarket tidak terlalu bahal, biasanya dijual mulai dari harga Rp 50 ribu. Tapi jika Anda menggunakan sealant merek asli pabrikan, maka harga banderolnya berkisar Rp 290 ribu hingga Rp 500 ribu.
Biaya Turun Mesin
Terlalu lama membiarkan masalah oli merembes justru akan memperparah kerusakan pada mobil Anda. Sebab, kebocoran tersebut bisa merambat ke banyak komponen mobil. Jika hal itu terjadi, terpaksa mobil Anda harus turun mesin.
Jika hal itu terjadi, maka Anda harus menyiapkan budget untuk turun mesin berkisar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta, tergantung merek dan jenis mobil. Tentu saja biaya tersebut belum termasuk biaya penggantian komponen.
Biaya Ganti Gigi Setir
Jika kebocoran oli terjadi pada gigi setir dan sudah sampai pecah, maka tidak ada jalan yang bisa ditempuh kecuali dengan melakukan penggantian gasket dan penggantian gigi setir.
Biayanya penggantian gigi setir lumayan besar, berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 2.5 juta, tergantung merek dan jenis kendaraan. Jika mobil Anda termasuk mobil Eropa, tentu harganya bisa lebih mahal lagi.
Tips Mencegah Oli Rembes

Meskipun biaya perbaikan oli mesin mobil rembes masih tergolong terjangkau, tentu lebih bagus lagi jika gangguan tersebut tidak terjadi. Oleh karena itu, Anda harus melakukan pengecekan secara rutin untuk mencegah hal tersebut.
Oleh karena itu, di bawah ini akan disebutkan beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah oli mesin rembes :
1. Perawatan Berkala

Agar oli mesin tidak mengalami rembes, Anda harus melakukan perawatan secara rutin dan berkala. Dalam hal ini, perawatan berkala yang perlu dilakukan berbeda-beda, tergantung tahun keluaran mobil Anda.
Jika mobil Anda keluaran tahun 2018 ke bawah, maka pengecekan perlu Anda lakukan setiap 5.000 km atau 3 bulan sekali. Sedangkan untuk mobil keluaran terbaru di atas tahun 2018, maka pengecekan yang dianjurkan pada setiap 10.000 km sekali atau 6 bulan sekali.
Tentu waktu perawatan yang disebutkan di atas untuk penggunaan normal. Jika mobil Anda sering digunakan melintasi medan yang berat, jarak tempuh yang jauh, atau sering membawa beban yang banyak, maka pengecekan sebaiknya dilakukan setiap 2.000 km sekali.
2. Mengecek Radiator

Melakukan pengecekan tinggi air radiator juga penting dilakukan untuk mencegah oli mesin rembes. Selain itu, pastikan Anda juga menggunakan radiator coolant agar fungsi radiator lebih optimal. Air radiator juga perlu diperhatikan agar tidak bercampur dengan oli, karena bisa mengakibatkan kebocoran oli.
3. Mengecek Oli dengan Dipstick

Perhatikan juga untuk melakukan pengecekan kondisi oli, baik kualitas maupun kuantitasnya dengan menggunakan dipstick oli.
Jika Anda mendapati oli berkurang dalam jumlah besar padahal baru saja diganti dan mobil Anda belum pernah menempuh jarak jauh sejak ganti oli, maka besar kemungkinan terjadi oli rembes. Untuk memastikannya, segera bawa mobil Anda ke bengkel untuk pengecekan.
Melakukan pencegahan oli mesin rembes sangatlah penting. Jika sudah terjadi, sebaiknya segera melakukan perbaikan dengan segera membawa mobil Anda ke bengkel sebelum kerusakan semakin parah. Jika sudah semakin parah, tentu biaya perbaikan oli mesin mobil rembes akan semakin besar.




Leave a Reply