Salah satu komponen mobil yang kehadirannya cukup penting adalah tutup radiator mobil.Jangan meremehkan perannya, karena jika hilang atau terlepas bisa menimbulkan berbagai efek negatif.

Komponen mobil ini memang terlihat sepele, akan tetapi sebenarnya keberadaannya berpengaruh pada kinerja mesin.

Oleh karena itu, jika tutup radiator di mobil Anda sudah tidak layak pakai atau hilang, maka segera cari penggantinya.

4 Fungsi Tutup Radiator Mobil

Fungsi Tutup Radiator Sangat Penting
Fungsi Tutup Radiator Sangat Penting

Secara sederhana, fungsi dari tutup radiator mobil dapat digambarkan seperti tutup botol. Ketika botol tidak memiliki tutup, maka cairan di dalamnya akan mudah tumpah atau ketika terguncang maka cairannya menyebar kemana-mana.

Lalu sebenarnya apa fungsi dari tutup radiator mobil? bagi Anda yang penasaran dengan jawabannya, bisa menyimak ulasan lengkapnya pada poin berikut ini:

1. Pengaturan Tekanan Pada Sistem Radiator (Pressure Valve)

Siapa sangka jika tutup radiator memiliki peran penting yaitu untuk mengatur tekanan. Ketika mesin mendapatkan tekanan dengan kapasitas sesuai ketentuan, maka kinerja mesin bisa berjalan secara maksimal.

Anda dapat memeriksa besaran tekanan yang diterima oleh mesin melalui satuan bar. Apabila ingin bisa mengetahui maksud angka pada bar, ketahui rumus pastinya terlebih dahulu.

Supaya lebih mudah dimengerti, akan diberikan contoh sederhana. Misalnya di bagian tutup radiator tertera 1.1, hal ini menunjukkan jika titik tekanan dalam ruang sirkulasi fluida yang dibutuhkan sesuai angkat tersebut.

Mesin akan bisa bekerja sempurna apabila batas tekanan yang diperlukan oleh mesin tercukupi. Oleh karenanya, perlu menjaga tekanan agar tetap stabil tidak naik atau turun secara drastis.

2. Menjaga Sirkulasi antara Radiator dengan Tabung Reservoir

Tutup radiator tidak bekerja sendiri karena berkaitan erat dengan komponen lain yaitu tabung reservoir. Bagian tersebut berfungsi sebagai wadah fluida atau cairan cadangan dari radiator.

Cara kerjanya yaitu ketika di dalam radiator kelebihan isi, maka dengan adanya tutup radiator maka cairan diarahkan ke tabung reservoir. Berbeda jika tutup radiator hilang, maka kelebihan cairan akan meluap dan mengenai komponen penting pada mesin.

Seperti yang diketahui, saat mesin terkena cairan, kemungkinan mengalami kerusakan dalam waktu cepat jauh lebih lebih tinggi. Pada dasarnya, setiap komponen pada mobil telah didesain sedemikian rupa supaya bisa saling bekerja sama dalam mengoptimalkan kinerja mesin.

3. Menjaga agar Mobil Tetap Dingin

Overheat merupakan kondisi yang memberikan pengaruh buruk pada mobil. Salah satunya yaitu menurunkan kinerja mesin, apabila hal ini terjadi terus menerus maka risiko paling beratnya adalah mesin rusak permanen dan perlu diganti jika ingin fungsinya normal.

Saat mesin dinyalakan, secara otomatis terdapat komponen yang melakukan pembakaran. Akibatnya di sekitar area tersebut terjadi kenaikan panas. Guna menghindari overheat, terdapat komponen yang selalu siap siaga untuk melakukan tugas penting ini.

Lalu komponen apa itu? jawabannya adalah tutup radiator. Tugasnya adalah ketika terjadi kenaikan panas dan terdeteksi oleh tutup radiator maka setelah sampai di bagian itu, kalor akan dilepaskan ke udara.

Proses yang dijelaskan pada poin di atas berlangsung secara berulang selama mesin beroperasi. Hasilnya, energi panas atau kerap disebut kalor tidak akan tersimpan di area mesin sehingga overheat dapat diminimalisir dengan baik.

4. Penutup Lubang Cairan Radiator

Dari fungsi-fungsi yang disebutkan, fungsi paling dasar dari tutup radiator adalah mencegah keluarnya cairan radiator dari tempat seharusnya. Bahan penyusunnya sendiri memiliki karakter kuat namun tidak berbobot berat.

Perlindungan dari tutup radiator bisa maksimal apabila ditempatkan dengan tepat. Anda perlu menaruhnya tepat di lubang radiator, kemudian jangan lupa untuk mengencangkannya.

Tujuannya untuk menghindari tercipratnya cairan radiator saat melalui medan bergelombang dan mengenai komponen vital di sekitarnya. Resiko lain jika Anda tidak menutup radiator dengan kencang adalah cairan dapat merembes keluar.

Sangat penting untuk menjaga air radiator agar tetap berada pada wadahnya dan tidak sampai tumpah. Sebab air radiator yang mengenai keluar bisa menaikkan suhu mesin yang berakhir dengan mengalami overheat.

Cara Kerja Tutup Radiator

Cara Kerja Tutup Radiator
Cara Kerja Tutup Radiator

Berdasarkan fungsi utamanya yaitu untuk menjaga kinerja mesin agar tetap optimal, bagian ini memiliki cara kerja khusus. Prosesnya diawali dengan meningkatnya suhu fluida pendingin dalam radiator, thermostat akan terbuka secara otomatis.

Pada saat itulah cairan pendingin akan mengalir untuk menurunkan suhu di mesin. Melalui proses tersebut, mesin tidak mengalami overheating dan menjadikan kinerjanya tetap berjalan dengan baik.

Pada saat proses pendinginan, tutup radiator akan mencegah cairan meluber atau merembes ke luar radiator. Sangat disarankan menempatkan penutup radiator dengan tepat, jangan sampai menyisakan rongga karena berisiko membuat cairan dapat merembes ke luar.

Overheating sendiri adalah kondisi di mana mesin mengalami kenaikan suhu secara drastis yang dapat menurunkan performa mesin. Pengaruhnya memang tidak terlalu terasa jika terjadi sekali dua kali, akan tetapi apabila terlalu sering terjadi bisa berakibat fatal.

Apa yang Terjadi Jika Tutup Radiator Rusak?

Tutup Radiator Rusak
Tutup Radiator Rusak (Source : flickr.com)

Walaupun ukuran benda ini tidak besar, namun tetap perlu dilakukan perawatan tepat. Hindari membuatkannya rusak karena bisa menghambat sistem kinerjanya. Ada beberapa ciri-ciri yang menandakan kerusakannya, ulasannya yaitu:

  • Karet seal pada tutup radiator getas yang membuatnya mudah robek atau terkikis sedikit demi sedikit.
  • Mesin sering mengalami overheat akibat kinerja pendingin menjadi kurang maksimal.
  • Tekanan radiator menjadi kurang seimbang.
  • Cairan coolant lebih cepat habis karena menguap.

Setelah mengetahui kemunculan ciri-ciri di atas, segera lakukan penggantian. Sebaiknya tidak mengabaikannya untuk meminimalisir akibat buruk yang fatal. Ketahui jawaban dari apa yang terjadi apabila tutup radiator rusak pada penjelasan berikut:

1. Mesin Mengalami Overheat

Dampak buruk paling berisiko adalah mesin sering mengalami overheat karena proses pendinginan tidak bisa berlangsung semestinya. Selain itu, cairan pendingin juga lebih cepat habis.

Bukan hanya karena menguap, alasan lainnya adalah akibat suhu di sekitar mesin mengalami kenaikan drastis. Lama-kelamaan, cairan akan mengering dengan sendirinya dan pengguna kendaraan perlu melakukan pengisian lebih sering.

2. Cairan Coolant Meluber Ke mana-mana

Di bagian tutup radiator terdapat karet sealant yang mampu mencegah cairan pendingin merembes keluar. Akibat sering terkena panas, karet sealant biasanya akan mengeras dari waktu ke waktu.

Ketika mengeras, fungsinya menjadi tidak berjalan dengan baik. Bahkan lama-lama bisa terkikis dan akhirnya habis. Akibatnya cairan coolant mengalir keluar dan mengenai mesin mobil.

Perawatan sesuai prosedur, pemeriksaan secara berkala, dan penggantian saat sudah rusak perlu Anda lakukan untuk membuat kinerjanya kembali maksimal. Periksa juga apakah tutup radiator yang terbuat dari besi masih layak pakai atau tidak, sebab biasanya akan muncul karat.

Demikian penjelasan mengenai tutup radiator mobil yang perlu Anda ketahui. Jaga tutup radiator agar tetap dalam kondisi baik dan pastikan untuk kuras air radiator secara berkala. Disarankan sering memeriksa kelayakannya, terutama untuk mobil yang digunakan menempuh perjalanan jauh.