Kalau kamu sering terjun di dunia baja dan pelat, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya plat bordes dan kembang. Keduanya memang banyak dipakai di bangunan atau konstruksi dan kendaraan atau transportasi. Tapi apakah kamu tahu apa yang membedakan di antara keduanya?
Bagi orang awam, kedua plat, baik bordes maupun kembang tampak serupa. Namun untuk orang yang sudah sering terjun ke lapangan dan sering berurusan dengan baja, tentu bisa membedakan keduanya dengan mudah.
Sebelum membahas perbedaan di antara keduanya, mari berkenalan dengan pelat bordes dan kembang terlebih dahulu. Simak penjelasan lengkapnya, ya.
Plat Bordes
Pelat bordes, atau lebih sering disebut bordes merupakan produk lempengan baja yang memiliki pola cakar ayam yang timbul di permukaannya. Produk ini memiliki beberapa nama lain seperti pelat bunga, pelat kembang, atau pelat lantai.
Ada pun pola pada pelat bordes umumnya terdiri dari 4 garis vertikal yang disusun berselang seling dengan 4 buah garis horizontal. Pola ini sangat mirip seperti jejak cakaran ayam sehingga disebut sebagai pola cakar ayam.
Di Indonesia terdapat beberapa pilihan ketebalan bordes, mulai dari 2 sampai 9 milimeter. Sementara ukuran panjangnya ada dua jenis yaitu 2400 mm sampai 1200 mm.
Umumnya pelat bordes dipakai untuk lantai kendaraan, misalnya di mobil pick up, bus, truk pemadam kebakaran, serta truk angkutan. Selain itu, pelat ini juga biasa dipakai di bangunan, misalnya untuk pembuatan tangga.
Pola cakar ayam yang ada di bordes memberi daya cengkeram yang lebih kuat. Oleh sebab itu, pelat ini lebih sering dipakai untuk material lantai. Di samping itu, material pelat bordes juga kuat dan kokoh.
Plat Kembang
Pada pembahasan mengenai pelat bordes sempat disebutkan bahwa nama lainnya adalah pelat kembang atau bunga. Namun sebenarnya kedua jenis pelat ini memiliki pola permukaan yang berbeda.
Pelat kembang sendiri biasa disebut dengan checkered plate atau checkered steel. Pola pada pelat ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pelat bordes. Pasalnya, pola pada pelat kembang berbentuk berlian atau jajar genjang yang disusun secara vertikal dan horizontal dengan pola satu-satu.
Bahan yang dipakai untuk pembuatan plat kembang adalah baja hitam yang dipadukan dengan galvanis atau baja tahan karat. Kedua material ini dilebur menggunakan metode hot rolling dan dibentuk menjadi pelat-pelat yang beredar di pasaran.
Pola yang kasar pada permukaan tersebut membuat tingkat keausannya rendah. Selain itu, pelat kembang juga lebih tahan terhadap cuaca. Tidak heran kalau pelat ini dipakai dalam konstruksi dan transportasi. Contoh aplikasinya antara lain:
- Pelapis meja makan
- Kolom gedung
- Pelapis dinding
- Alas mobil
- Deck
- Pembuatan tangga
Ukuran ketebalan pelat kembang yang beredar di pasaran sangat beragam, mulai dari 2,3 mm sampai 9 mm. Pemilihan ketebalan ini disesuaikan dengan kebutuhan tentunya.
Perbedaan Plat Bordes dan Plat Kembang
Setelah kamu mengetahui pengertian dari masing-masing pelat bordes dan pelat kembang, pahami perbedaannya dengan membaca penjelasan berikut ini.
Motif
Perbedaan yang paling jelas terlihat ada pada motif permukaan pelat. Pelat bordes memiliki pola seperti cakaran ayam. Sementara pelat kembang memiliki pola seperti jajar genjang yang disusun memenuhi seluruh permukaan pelat.
Keduanya memang terlihat sangat mirip jika hanya dilihat sekilas. Oleh karena itu, kamu memperhatikan dengan lebih jeli untuk bisa membedakan kedua pelat ini.
Pola yang ada pada pelat kembang memiliki bentuk yang lebih runcing. Corak di bagian horizontal dan vertikalnya memiliki perbedaan yang sangat tajam. Sedangkan pola atau corak yang terdapat pada pelat bordes mempunyai bentuk ujung yang lebih tumpul atau landai.
Kegunaan
Baik plat kembang atau bordes sama-sama punya tekstur yang timbul di bagian permukaan. Maka untuk penggunaan pun sering disamakan. Hal ini memang tidak sepenuhnya salah, namun kedua pelat ini memiliki kecenderungan aplikasi yang berbeda.
Pelat bordes lebih sering dipakai untuk keperluan eksterior, contohnya pada pembuatan anak tangga di luar ruangan. Tujuannya adalah supaya tangga tersebut tidak licin ketika hujan dan terdapat genangan air di atasnya.
Sementara pelat kembang lebih sering dipakai untuk bagian interior. Contohnya lantai di bagian dalam bangunan atau kendaraan, pijakan di kendaraan, serta campuran untuk material plafon dan dinding.
Ukuran
Ukuran pelat bordes umumnya ada di angka 1 hingga 6 meter. Pelat jenis ini juga memiliki ukuran khusus seperti 1,22 meter x 3 meter dan 1,5 meter x 6 meter. Ukuran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bangunan.
Sementara untuk pelat kembang, ukurannya memiliki standar 1,2 hingga 2,4 meter. Namun ukuran ini tentu tidak saklek. Pengguna bisa memesan ukuran custom yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Bisa saja ukuran yang dipesan lebih dari 2,4 meter atau kurang dari 1,2 meter.
Ketebalan
Poin terakhir yang membedakan antara plat bordes dan kembang adalah ketebalan materialnya. Jika diligat sekilas memang sangat sulit untuk dibedakan. Kamu memerlukan alat untuk mengukur ketebalan pelat tersebut.
Ketebalan pelat bordes yang ada di Indonesia umumnya berkisar antara 2 hingga 9 milimeter. Sementara pelat kembang punya rentang yang lebih lebar. Pelat ini punya ketebalan mulai dari 0,7 milimeter. Sementara ketebalan maksimalnya mencapai 9 milimeter.
Sampai di sini, tentu kamu sudah bisa memahami perbedaan plat bordes dan plat kembang. Jadi, kamu sudah bisa memutuskan jenis material yang sesuai untuk kebutuhan.




Leave a Reply