Bekerja di perusahaan impian mungkin menjadi harapan setiap orang, baik yang baru saja lulus maupun yang sudah lama lulus. Selain kemampuan, baik berupa hard skill maupun soft skill, ada faktor lain yang harus menjadi pertimbangan ketika melamar bekerja di sebuah perusahaan.

Faktor tersebut adalah surat lamaran kerja. Membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar akan memberikan peluang kepada Anda untuk diterima bekerja di perusahaan impian. Lalu bagaimana contoh Surat lamaran kerja yang baik dan benar itu? Berikut ini akan dijelaskan secara lengkap. 

Mengapa Perlu Mempelajari Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Sebelum belajar bagaimana contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar, Anda harus tahu mengapa surat lamaran kerja itu penting. Surat lamaran kerja merupakan bagian terpenting ketika Anda melamar sebuah pekerjaan di perusahaan.

Mengapa surat lamaran kerja penting? Pertama, bagi perusahaan, surat lamaran kerja bisa mencerminkan komunikasi dari kandidat. Inilah mengapa membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar itu penting, karena akan mencerminkan apakah Anda sebagai kandidat memiliki komunikasi yang baik atau tidak. 

Selain itu, surat lamaran kerja berperan sangat penting karena melalui surat lamaran kerja yang Anda buat nantinya bisa menjadi aspek yang meyakinkan CV yang Anda lampirkan. Melalui surat lamaran kerja akan diyakinkan bahwa CV yang dilampirkan sebagai persyaratan melamar kerja memang benar adanya atau tidak. Hal ini tentu sekaligus bisa memberikan nilai lebih pada Anda. 

Mempelajari bagaimana cara membuat contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar juga sangat berperan untuk mendukung lamaran yang Anda ajukan. Hal ini karena melalui surat lamaran kerja ini perusahaan akan bisa melihat keseriusan Anda dalam melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.

Melalui surat lamaran kerja tersebut akan terlihat niat dan usaha yang Anda lakukan untuk bisa mengisi posisi yang dibutuhkan di perusahaan tersebut. Tidak hanya baik dan benar secara struktur, surat lamaran kerja yang menarik juga akan memberikan nilai lebih kepada Anda serta berkesempatan untuk melanjutkan ke tahap penerimaan selanjutnya. 

Bagaimana Cara Membuat dan Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Seorang kandidat sedang dalam proses interview saat melamar pekerjaan
Seorang kandidat sedang dalam proses interview saat melamar pekerjaan

Saat ini sebenarnya sudah banyak contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar yang bisa Anda temukan di internet. Namun, Anda harus memperhatikan bagaimana cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar serta bagaimana strukturnya.

Nah, berikut ini adalah penjelasan bagaimana membuat surat lamaran yang baik dan benar.

1. Pergunakan Bahasa yang Baik 

Pada contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar, hal pertama yang harus diperhatikan adalah susunan dan penggunaan bahasanya. Gunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah EYD.

Penggunaan bahasa yang baik dan sesuai dengan kaidah ini akan menunjukkan profesionalitas Anda sebagai kandidat atau calon pelamar. Apabila menggunakan bahasa selain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris misalnya, maka pastikan grammatical yang digunakan tepat.

2. Baca Dulu Persyaratan yang Dibutuhkan 

Poin selanjutnya yang tak boleh Anda lewatkan saat membuat surat lamaran kerja yang baik adalah pastikan Anda sudah membaca persyaratan yang diberikan oleh perusahaan kepada pelamar. Selain untuk mengetahui apakah Anda sebagai kandidat calon pelamar sudah memenuhi syarat yang diberikan, poin ini juga akan mempengaruhi surat lamaran yang akan Anda buat.

Dengan mengetahui persyaratan yang diberikan, maka surat lamaran yang Anda buat pun tidak akan melenceng dari persyaratan tersebut.

3. Tulis dengan Singkat, Padat dan Jelas 

Selain penggunaan bahasa yang baik dan sesuai kaidah, penyusunan surat lamaran kerja juga disarankan menggunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas. Gunakan kalimat yang jelas, tidak bertele-tele dan langsung ke poin pembahasan. Jangan menggunakan kalimat-kalimat ambigu atau kalimat dengan arti yang susah dimengerti.

Tekankan pada poin penting kenapa Anda menulis surat lamaran kerja tersebut. Poin ini harus dilakukan karena jika surat lamaran kerja yang dibuat bertele-tele akan membuat pihak perusahaan malas membaca surat lamaran Anda.

4. Tuliskan Tujuan Surat dengan Jelas 

Surat lamaran pekerjaan ini termasuk jenis surat formal. Karena itu pastikan Anda menuliskan setiap struktur atau bagian surat dengan benar. Bagian yang tidak boleh sampai salah adalah bagian tujuan surat. Tujuan yang dimaksud disini adalah instansi atau perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan.

Pastikan Anda menuliskan nama atau jabatan dengan benar, baik ejaan maupun jabatannya. Jika menuliskan secara general, pastikan ejaan nama perusahaan ditulis dengan benar. Jangan lupa juga sertakan alamat perusahaan dan tulis alamat secara lengkap dan benar. 

5. Gunakan Kertas yang Bersih

Pastikan mencetak surat lamaran kerja menggunakan kertas putih bersih
Pastikan mencetak surat lamaran kerja menggunakan kertas putih bersih

Kebersihan dan kerapian mungkin menjadi salah satu aspek yang dianggap remeh oleh calon atau kandidat pelamar. Padahal hal ini juga menjadi poin penilaian bagi perusahaan terhadap Anda. Karena itu, sebelum menulis surat lamaran pekerjaan, baik yang ditulis secara manual ataupun diketik, pastikan kertas yang Anda gunakan adalah kertas baru yang masih bersih.

Jika Anda menulis secara manual, pastikan tidak ada bekas tipe-x atau pembetulan. Jika ada kalimat atau kata yang salah tulis, lebih baik Anda menggantinya dengan kertas baru. Dengan begitu kertas yang Anda gunakan untuk menulis surat lamaran akan tetap terjaga kebersihannya. 

6. Tulis dengan Jelas dan Dapat Dibaca 

Menulis surat lamaran kerja bisa dilakukan dengan cara ditulis manual ataupun diketik tergantung kebutuhan atau ketentuan yang sudah diberikan oleh perusahaan. Jika Anda menulis dengan cara tulis tangan manual, pastikan Anda menulisnya dengan rapi dan bisa dibaca.

Sebisa mungkin hindari menggunakan tulisan jenis tegak bersambung karena nantinya akan sulit dibaca. Agar kertas tetap bersih dan tidak kotor karena keringat, Anda bisa menggunakan alas dari tisu atau kain kering yan bersih. Dengan begitu ketika menulis Anda tidak perlu khawatir jika kertas yang Anda gunakan basah atau kotor. 

7. Lengkapi Dokumen Pendukung Surat Lamaran 

Saat membuat surat lamaran kerja, pasti tidak hanya satu lembar surat lamaran kerja saja. Ada beberapa dokumen yang pasti harus disertakan oleh calon atau kandidat pelamar bersama surat lamaran kerja tersebut.

Dokumen yang disertakan tersebut antara lain adalah surat rekomendasi, KTP, piagam atau sertifikat, surat pengalaman kerja, CV dan beberapa dokumen tambahan lain sesuai dengan persyaratan yang diminta perusahaan. Dokumen-dokumen ini harus dilampirkan bersama dengan surat lamaran kerja Anda.

Dalam berbagai contoh surat lamaran kerja yang bisa ditemukan di situs-situs internet, pasti juga akan mencantumkan dokumen tambahan ini di dalamnya. 

8. Hindari Membuat Surat Lamaran Kerja Copy Paste 

Poin ini juga sangat penting diperhatikan oleh kandidat atau calon pelamar saat membuat surat lamaran pekerjaan. Saat ini, menemukan berbagai contoh surat lamaran kerja memang sangat mudah dengan berbagai format dan bentuk.

Apalagi template yang tersedia juga tak kalah banyak. Kemudahan tersebut jangan sampai Anda manfaatkan dengan membuat surat lamaran kerja hasil copy paste. Anda bisa tetap meniru format atau struktur penulisannya. Namun pastikan untuk melakukan editing, karena pasti ada banyak hal yang berbeda. Seperti misalnya identitas, nama perusahaan dan lain sebagainya. Edit sesuai kebutuhan Anda masing-masing. 

Membuat surat lamaran kerja, seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, merupakan salah satu bukti keseriusan Anda dalam melamar pekerjaan atau satu posisi tertentu di perusahaan tersebut.

Jika Anda menggunakan surat lamaran kerja hasil copy paste, maka perusahaan akan langsung menilai Anda sebagai kandidat yang tidak serius dan tidak profesional. Karena itu, hindari dan jangan sampai membuat surat lamaran kerja hasil copy paste. 

9. Baca Sekali Lagi Sebelum Diprint / Dimasukkan ke Dalam Map

Baca dan cek ulang surat lamaran pekerjaan Anda kembali
Baca dan cek ulang surat lamaran pekerjaan Anda kembali

Terakhir, baca ulang setidaknya satu kali sebelum Anda mencetak surat lamaran kerja (jika surat dibuat dengan cara diketik). Begitu pula jika Anda menulis secara manual. Membaca ulang setidaknya sekali sebelum dikirimkan akan membantu Anda menemukan jikalau ada kesalahan, baik dalam pengetikan atau penulisan.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena surat lamaran kerja yang memiliki fungsi penting sebagai bentuk komunikasi Anda sebagai calon pelamar. Apabila terjadi kesalahan penulisan, maka tentu akan menjadi nilai minus bagi Anda sendiri.

Pihak perusahaan pun bisa saja menganggap Anda sebagai kandidat yang tidak profesional. Karena itu, baca sekali lagi surat lamaran Anda. 

Dari penjelasan di atas, kini Anda sudah tahu bukan bagaimana cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar. Tidak hanya mengandalkan contoh surat lamaran kerja yang banyak ditemukan di internet, alih-alih mencontoh, tak jarang para kandidat pelamar justru mengkopi paste template surat lamaran tersebut.

Jika Anda tahu bagaimana cara membuatnya, maka Anda bisa membuat sendiri tanpa harus copy paste template surat lamaran kerja yang sudah ada.


Struktur Surat Lamaran Kerja

Selanjutnya, dalam cara membuat surat lamaran kerja yang baik, ada poin dimana Anda harus menulis berdasarkan struktur yang benar. Lalu bagaimana struktur surat lamaran kerja yang benar dan apa saja yang harus ada di dalamnya? Berikut daftar dan penjelasannya.

1. Nama dan Alamat Surat Tujuan 

Bagian pertama yang termasuk dalam struktur surat lamaran kerja adalah nama dan alamat surat yang dituju. Bagian ini harus ada dalam surat lamaran. Anda bisa melihatnya di berbagai contoh surat lamaran kerja yang baik dan benar. Bagian ini ditulis paling atas kiri atas lembar surat. 

Struktur penulisannya, bagian atas dituliskan tanggal, bulan dan tahun pembuatan surat. Khusus untuk tanggal penulisan surat ini umumnya diletakkan di bagian kanan paling atas lembar surat.

Diikuti kemudian di bawahnya hal atau tentang apa surat tersebut berisi. Di bawahnya kemudian dituliskan kepada surat tersebut ditujukan.Secara umum, biasanya disebutkan kepada HRD perusahaan apa. Jangan lupa tuliskan Yth diikuti sapaan Bapak/Ibu.

Jika Anda mengetahui nama HRD perusahaan, bisa ditulis. Jika tidak, cukup tuliskan Yth. Bapak/Ibu HRD (nama perusahaan). Di bagian paling bawah tuliskan alamat lengkap perusahaan tersebut. 

2. Salam Hormat & Pembuka 

Setelah menuliskan tanggal dan tujuan surat, bagian selanjutnya dalam struktur surat lamaran kerja adalah salam hormat dan pembuka. Salam pembuka dalam surat lamaran kerja umumnya diawali dengan kata ‘Dengan Hormat’ lalu diikuti dengan pembuka atau kata pengantar untuk surat lamaran kerja ini.

Pembuka atau kata pengantar dari surat lamaran kerja biasanya berisi informasi dari mana Anda mengetahui adanya lowongan pekerjaan untuk posisi tersebut di perusahaan tersebut. Bagian ini wajib dicantumkan di dalam surat lamaran kerja yang Anda buat. 

Pastikan Anda menuliskan informasi tentang darimana Anda mengetahui adanya lowongan pekerjaan tersebut secara jelas, apakah informasi tersebut Anda dapatkan dari media massa seperti TV, radio, koran, internet maupun dari perorangan, seperti informasi dari teman.

Setelah menuliskan informasi lowongan tersebut, bagian selanjutnya yang juga harus dituliskan adalah jabatan atau posisi yang Anda inginkan di perusahaan tersebut. Jika kebetulan perusahaan membuka lowongan untuk berbagai posisi, Anda bisa menuliskan salah satunya. Jika hanya satu posisi, maka langsung tulis jabatan atau posisi yang dibutuhkan tersebut.

Baca Juga: Contoh Kata Pengantar Laporan PKL

3. Data Pribadi 

Setiap Anda mencari contoh surat lamaran kerja di berbagai sumber, bagian penting selanjutnya yang pasti ada adalah data pribadi. Data pribadi calon atau kandidat pelamar ini adalah bagian yang sangat penting karena menunjukkan siapa Anda sebagai pelamar. Data pribadi yang ditulis di surat lamaran kerja ini tidak perlu ditulis secara rinci, karena sudah dituliskan pada CV.

Poin biodata diri yang umumnya ditulis pada surat lamaran kerja adalah nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, nomor telpon dan nomor hp serta email. Ada pula yang menuliskan riwayat pendidikan pada bagian ini.

Namun untuk membedakannya dengan CV, jika Anda ingin menuliskan riwayat pendidikan, cukup tuliskan pendidikan terakhir atau pendidikan tertinggi yang pernah Anda tempuh. 

4. Kemampuan dan Pengalaman Kerja 

Struktur berikutnya yang ditulis pada surat lamaran kerja adalah kemampuan dan pengalaman kerja. Tidak semua contoh surat lamaran kerja yang bisa ditemukan di berbagai sumber biasanya mencantumkan bagian ini. Terutama untuk pengalaman kerja.

Bagian ini perlu dituliskan jika sebelumnya Anda sudah pernah bekerja. Pada bagian pengalaman kerja, tuliskan jenis pekerjaan sebelumnya dan kaitkan dengan kemampuan yang Anda miliki. Jika Anda seorang fresh graduate dan belum pernah bekerja sebelumnya, bagian pengalaman kerja tidak perlu diisi. Cukup isikan kemampuan Anda yang berkaitan dengan lowongan posisi atau jabatan yang dibutuhkan. 

Bagi fresh graduate yang belum pernah bekerja sebelumnya, bagian pengalaman kerja bisa juga diisi dengan pengalaman organisasi yang pernah diikuti atau pengalaman magang yang pernah Anda jalankan. Menuliskan bagian ini bisa jadi memberikan nilai lebih kepada Anda.

Pada bagian ini pastikan Anda menuliskannya dengan menggunakan kalimat yang jelas, tidak terlalu panjang dan tidak bertele-tele. Tambahkan juga keinginan Anda agar bisa diterima dan bergabung bersama perusahaan tempat Anda melamar tersebut. 

5. Penutup

Bagian paling akhir dari struktur surat lamaran kerja adalah penutup. Anda bisa melihat berbagai contoh surat lamaran kerja untuk membuat bagian penutup ini.

Usahakan membuat kalimat penutup yang menarik dan tidak terlalu panjang. Singkat, menarik dan jelas. Tuliskan juga harapan Anda atas surat lamaran yang Anda buat tersebut. Masih tetap tulis dengan kalimat yang singkat, padat dan jelas. 

6. Lampiran untuk Surat Lamaran Kerja 

Setelah menuliskan kalimat penutup, surat lamaran kerja belum sepenuhnya selesai. Di bagian bawah penutup, cantumkan atau tuliskan daftar dokumen atau lampiran apa saja yang Anda lampirkan guna melengkapi surat lamaran kerja ini. Bagian ini juga menjadi bagian yang selalu ada pada setiap contoh surat lamaran kerja dari berbagai sumber.

Lampiran yang dimaksud biasanya terdiri dari fotokopi KTP, ijazah terakhir yang sudah dilegalisasi, foto kopi penghargaan atau sertifikat pelatihan (jika ada), surat pengalaman kerja (jika ada), surat kesehatan, surat berkelakuan baik, CV (daftar riwayat hidup) dan pasfoto terbaru. Daftar dokumen lampiran ini tidak selalu sama karena bergantung pada dokumen apa saja yang Anda lampirkan di dalam surat lamaran tersebut. 

7. Tanda Tangan dan Nama Terang 

Bagian paling akhir dari surat lamaran kerja ini adalah tanda tangan dan nama terang Anda sebagai kandidat pelamar sekaligus pembuat surat. Bagian ini dituliskan di sebelah kanan bawah kertas. Sebelum tanda tangan dan nama terang, dituliskan kalimat ‘Hormat saya’. 

Contoh Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Itu tadi adalah penjelasan tentang struktur surat lamaran kerja yang baik dan benar. Selanjutnya adalah contoh surat lamaran kerja yang benar berdasarkan aturan struktur yang dijelaskan di atas. Berikut adalah contoh surat lamaran kerja yang ditulis dengan baik.

Semarang, 23 April 2020

Yth. 

HRD PT. Surya Media 

Jl. Perjuangan No. 25 Semarang 

Perihal : Lamaran Pekerjaan 

Dengan hormat 

Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari media sosial akun twitter resmi Surya Media di akun @SuryaMediaofc bahwa perusahaan tersebut sedang membutuhkan karyawan untuk beberapa posisi. Melalui surat lamaran ini saya bermaksud mengajukan lamaran untuk bergabung dengan perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. Berkaitan dengan posisi, saya mengajukan lamaran untuk mengisi posisi reporter media online yang dibutuhkan. 

Berikut adalah biodata diri saya lengkap. 

Nama : Adara Anastasia 

Tempat dan Tanggal Lahir : Semarang, 22 Mei 1993 

Jenis Kelamin : Perempuan 

Pendidikan Terakhir : S1 Jurusan Ilmu Komunikasi 

Alamat: Jl. Kemerdekaan No. 156 Kota Semarang 

Telp : 081234567891 

Dengan surat ini mengajukan lamaran untuk mengisi posisi tersebut. Saya saat ini dalam keadaan sehat, jasmani dan rohani, bekerja keras, tekun, cepat belajar, mudah beradaptasi dengan baik serta dapat bekerja dalam tim dengan baik. Saya mampu menguasai komputer dengan baik, berbicara bahasa Inggris dengan lancar serta memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang lain yang sangat baik. 

Sebagai bahan pertimbangan untuk melengkapi data yang dibutuhkan, saya juga melampirkan beberapa dokumen. Dokumen-dokumen berikut ini bisa menjadi pertimbangan bagi Bapak/Ibu dalam melakukan seleksi. Berikut dokumen yang terlampir bersama surat lamaran ini. 

  1. Fotocopy ijazah terakhir 
  2. Fotocopy Transkrip Nilai 
  3. Fotocopy KTP
  4. Daftar Riwayat Hidup 
  5. Fotocopy surat pengalaman kerja 
  6. Fotocopy surat kelakuan baik dari Kepolisian 
  7. Surat keterangan sehat 
  8. Fotocopy sertifikat pelatihan journalistik dari Kompas Media Group 
  9. Fotocopy pelatihan komunikasi publik 
  10. Foto terbaru ukuran 3×4 

Saya berharap surat lamaran ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bapak/Ibu agar saya bisa bergabung dengan perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin. 

Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya. Apabila ada perbedaan di kemudian hari, saya sanggup dan bersedia untuk bertanggung jawab penuh. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu saya sampaikan terima kasih. 

Semarang, 23 April 2020 

Hormat Kami

Adara Anastasia 

Kata Penutup

Demikian tadi penjelasan lengkap tentang bagaimana cara membuat surat lamaran kerja beserta contoh Surat lamaran kerja yang baik dan benar. Dari penjelasan di atas sekarang Anda tahu bagaimana cara membuat Dan struktur dari surat lamaran kerja yang baik dan benar.

Membuat surat lamaran kerja yang baik adalah salah satu aspek penting ketika Anda melamar pekerjaan. Karena itu, hal ini harus menjadi perhatian dan pertimbangan serius bagi setiap kandidat atau calon pelamar.