Atap merupakan struktur bagian rumah dan ruko yang sangat penting. Struktur ini dapat melindungi penghuni rumah dari panas dan hujan. Selain fungsional, model atap tertentu juga dapat menambah nilai estetis bangunan rumah. Salah satu model atap yang paling mudah ditemukan di Indonesia adalah atap pelana.
Meski demikian, ada juga model atap lain yang digunakan oleh masyarakat Indonesia, misalnya atap perisai, atap sandar, dan atap piramida. Atap perisai memiliki 4 sisi bidang miring dan terlihat lebih modern. Sedangkan atap sandar hanya memiliki satu bidang miring yang bersandar pada tembok rumah.
Atap piramida tentu saja memiliki bentuk seperti piramida atau limas. Lalu bagaimana dengan atap pelana? Seperti apa bentuknya? Model atap yang juga disebut atap gable ini memiliki dua sisi miring yang ditopang oleh tembok berbentuk segitiga.
Setiap model atap pelana memiliki kelebihan dan kekurangannya. Untuk kelebihan dan kekurangan atap gable atau pelana, Anda dapat menyimaknya di sini.
Mengenal Atap Pelana

Atap ini dinamai pelana karena bentuknya seperti pelana kuda. Atap gable atau atap pelana adalah atap sederhana yang tersusun dari dua bidang atap miring yang ditopang oleh struktur atau tembok berbentuk segitiga. Kemiringan dua bidang atap tersebut biasanya sekitar 35 derajat.
Struktur model atap pelana ini terbuat dari beragam pilihan material. Di Indonesia, genting tanah liat merupakan material yang paling banyak digunakan. Meski demikian, saat ini banyak juga masyarakat yang menggunakan genting keramik dan jenis atap lain untuk rumah atau ruko mereka.
Genting atau atap tersebut dapat ditopang oleh kayu ataupun metal. Penggunaan struktur kayu pada atap gable sudah mulai berkurang saat ini karena masyarakat lebih tertarik dengan struktur atap dari metal.
Baca Juga: Inspirasi warna keramik lantai teras untuk rumah Anda
Kelebihan dan Kekurangannya

Sama dengan atap jenis lainnya, tentunya atap pelana ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa menjadi bahan pertimbangan ketika hendak menggunakannya. Nah, berikut dapat Anda simak berbagai kelebihan dan kekurangannya:
Kelebihan Atap Pelana
Berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan atap pelana.
Mudah dan Cepat Dipasang
Modelnya yang sederhana membuat atap gable atau pelana lebih mudah dipasang dari pada model atap lain. Karena lebih mudah dipasang, maka otomatis atap ini juga lebih cepat dipasang.
Dengan demikian, atap ini merupakan pilihan yang tepat bagi Anda yang membutuhkan atap berkualitas dalam waktu yang singkat. Dengan memilih model atap pelana, rumah atau ruko Anda dapat segera memiliki atap baru tanpa mengurangi kualitas atap.
Hemat Material
Strukturnya yang hanya terdiri dari dua bidang atap membuat atap model pelana ini hemat material. Jika dibandingkan dengan atap lain yang memiliki lebih dari 2 bidang atap, tentu saja atap gable membutuhkan lebih sedikit material.
Biaya Pemasangan Lebih Terjangkau
Faktor jumlah material yang lebih sedikit serta kemudahan dan kecepatan pemasangan sangat mempengaruhi biaya pemasangan atap model pelana. Jika Anda memiliki budget pembuatan atap yang terbatas, atap gable merupakan pilihan yang tepat.
Dengan memasang atap ini, Anda tidak butuh biaya besar untuk membeli material atap. Selain itu, Anda juga tidak perlu biaya besar untuk membayar tukang.
Membuat Rumah atau Ruko Terasa Lebih Sejuk
Desain atap gable yang berbentuk miring membuat atap ini mampu menyerap panas dengan lebih baik. Itulah salah satu alasan masyarakat Indonesia lebih menyukai model atap ini. Tinggal di negeri tropis tentu saja membuat mereka lebih suka atap yang sejuk.
Untuk membuat rumah atau ruko Anda terasa semakin sejuk, Anda sebaiknya memasang plafon di bawah atap. Dengan demikian, hawa panas yang diserap oleh atap akan tertahan oleh plafon dan rumah akan semakin terasa sejuk.
Risiko Kebocoran Rendah
Atap model pelana memiliki risiko kebocoran yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya pertemuan arus air dari arah yang berbeda pada atap yang membuat atap rawan bocor.
Air hujan akan langsung mengalir turun di kedua sisi atap gable. Dengan demikian, risiko kebocoran dari atap ini lebih rendah daripada risiko kebocoran pada model atap lain.
Terdapat Ruang Kosong di Bawah Struktur Atap
Bagian bawah struktur atap gable biasanya memiliki ruang kosong yang cukup besar. keberadaan ruang ini dapat dimanfaatkan oleh pemilik rumah untuk berbagai hal, contohnya dimanfaatkan sebagai loteng, ruang duduk, atau kamar tidur tambahan.
Kekurangan Atap Pelana
Berikut adalah beberapa kekurangan jika menggunakan atap pelana.
Rentan Roboh
Atap model pelana tidak memiliki ketahanan yang cukup baik akan angin kencang jika atap tersebut tidak memiliki konstruksi yang baik. Apabila atap ini dipasang secara asal-asalan, maka strukturnya dapat roboh atau lepas diterjang angin kencang.
Risiko Retak Tinggi
Paparan hujan dan sinar matahari berintensitas tinggi pada permukaan atap gable yang berbentuk segitiga membuat atap ini mudah retak. Jika keretakan ini sampai terjadi, tentu potensi risiko lain akan meningkat dan sangat merugikan pemilik rumah atau ruko.
Meski demikian, risiko tersebut dapat dikurangi dengan cara tertentu. Caranya yaitu, Anda perlu melapisi genting rumah atau ruko Anda dengan cat khusus sehingga intensitas paparan sinar matahari dan hujan dapat dikurangi.
Rusak karena Beban Air Hujan
Meski air hujan dapat mengalir turun dengan cepat pada atap model pelana, namun beban air hujan dapat membuat atap ini rusak atau roboh. Risiko ini akan muncul jika atap gable memiliki sudut kemiringan yang terlalu landai.
Sudut tersebut membuat bidang atap menahan beban air yang lebih besar karena air tidak dapat mengalir turun dengan cepat. Sehingga, Anda perlu mempertimbangkan sudut kemiringan atap model pelana dengan baik agar risiko di atas dapat dihilangkan. Atap pelana memang menawarkan berbagai kelebihan.
Namun, untuk menikmati kelebihan tersebut, Anda harus memastikan bahwa atap dipasang dengan kemiringan yang tepat dan ditopang oleh konstruksi yang kuat agar tidak mudah rusak.




Leave a Reply