Ada banyak komponen gardanyang masing-masingnya berperan penting pada sistem drive train. Fungsi utamanya adalah membedakan putaran roda ketika mobil berbelok yang bertujuan untuk mencegah terjadinya selip.

Selip sering terjadi antara roda dengan permukaan jalan karena licin atau medannya berbatu dan berlumpur. Kondisi seperti ini cukup membahayakan karena membuat mobil menjadi hilang kendali.

15 Komponen Gardan yang Penting untuk Diketahui

Dalam menjalankan tugasnya, gardan atau biasa disebut dengan differential disusun atas beberapa komponen. Jika rusak salah satunya maka kinerjanya akan semakin melemah. Ingin tahu apa saja itu? Berikut daftarnya:

1. Axle Shaft Housing

Axle Shaft Housing (Source : ebay.com)
Axle Shaft Housing (Source : ebay.com)

Bagian ini berada di bagian terluar gardan yang berfungsi untuk melindungi seluruh komponen gardan dan axle shaft (as roda). Selain itu, fungsi lainnya adalah untuk menampung oli gardan sehingga tidak sampai tercampur dengan air hujan atau zat eksternal lain.

Supaya dapat melindungi komponen di dalamnya dengan maksimal, axle shaft housing dibuat dari plat baja tebal. Sifatnya tahan panas sehingga tidak mudah meleleh meskipun terkena panas dari mesin.

Lapisannya yang tebal dan kuat membuatnya mampu menahan komponen gardan mulai dari pinion gear, axle shaft, diferensial gear, ring gear, dan lainnya.

2. Side Gear

Side Gear
Side Gear (Source : bukalapak.com)

Fungsi utama dari side gear adalah untuk meneruskan putaran dari pinion gear menuju ke roda. Komponen ini langsung terhubung dengan axle shaft (as roda), dengan begitu ketika mesin dijalankan maka sistemnya mulai bekerja.

Letak dari side gear ada di dalam differential case carrier yang dipasang di sisi kanan dan kiri pinion gear. Penempatannya cukup tersembunyi, untuk itu perlu dihindarkan dari berbagai penyebab masalah.

Saat side gear rusak, maka perputaran pinion gear ke roda menjadi terhambat. Alhasil mobil tidak dapat berjalan dengan baik.

3. Pinion Gear

Pinion Gear
Pinion Gear (Source : bukalapak.com)

Pada pembahasan sebelumnya nama pinion gear telah disinggung. Komponen ini dipasang pada poros/as tepatnya di differential case. Pemasangannya menggunakan as yang disebut dengan pinion gear shaft.

Jangan bingung ketika ada yang menyebut differential pinion gear, istilah tersebut merupakan nama lengkap dari pinion gear. Dalam menjalankan tugasnya, pinion gear berkaitan erat dengan side gear yang dihubungkan menggunakan as roda.

Penghubungan antara kedua komponen akan menciptakan perputaran yang membuat mobil mampu melaju sesuai kecepatan pacunya. Dari hal itu dapat ditangkap bahwa pinion gear berfungsi untuk membuat perbedaan putaran pada side gear kanan dan kiri.

4. Ring Gear


Ring Gear
Ring Gear (Source : showroommobil.co.id)

Namanya diambil dari bentuk komponen yakni berbentuk cincin/ring. Pemasangan ring gear terhubung dengan drive pinion dan propeller shaft (as kopel).

Bukan hanya sebagai pelengkap, ring gear memiliki beragam fungsi penting. Keberadaannya menentukan apakah gardan berfungsi dengan baik atau malah mengalami masalah serius. Lebih jelasnya simak pembahasan berikut:

  • Mengubah sudut putaran drive pinion gear sampai 90 derajat
  • Bertugas meneruskan putaran drive pinion gear
  • Tempat penyematan differential case carrier yang berisi pinion gear dan side gear
  • Memperbesar torque dari drive pinion gear

5. Differential Case Carrier


Differential Case Carrier
Differential Case Carrier (Source : amazon.com)

Komponen gardan mobil yang tidak kalah pentingnya berupa differential case carrier. Letaknya berada di tengah-tengah ring gear yang berfungsi sebagai tempat untuk menaruh pinion gear dan side gear.

Pemasangannya tidak boleh sampai salah tempat jika tidak mau kinerja differential case carrier menjadi bermasalah. Apabila rusak dan ingin menggantinya, sebaiknya panggil penyedia jasa terpercaya dan sudah berpengalaman pada bidang terkait.

6. Axle Shaft

Axle Shaft
Axle Shaft (Source : blibli.com)

Di masyarakat axle shaft lebih dikenal dengan sebutan as roda. Tugasnya yakni meneruskan putaran side gear supaya roda mobil mampu bergerak dengan lancar.

Pada satu mobil, dipasang sebanyak dua axle shaft yang berada di gardan. Axle shaft diletakkan di kiri dan kanan yang masing-masingnya dihubungkan pada roda dan gear.

Lebih jelasnya, Axle shaft kiri terhubung dengan roda kiri dan side gear sisi kiri, di samping itu axle shaft kanan terhubung dengan roda kanan dan side gear sisi kanan.

7. Drive Pinion Gear

Drive Pinion Gear
Drive Pinion Gear (Source : tokopedia.com)

Nama lainnya lainnya terbilang unik yaitu gigi nanas. Penamaannya diambil dari bentuknya yang memang menyerupai buah nanas. Manfaat utamanya adalah untuk membuat putaran propeller shaft dapat memutar ring gear.

Drive pinion gear yang bermasalah langsung memengaruhi pergerakan mobil. Alasannya karena terhubung dengan ring gear, untuk itu perlu dirawat dengan baik secara berkala tanpa menunggu munculnya kerusakan.

8. Bevel Pinion Housing

Bevel Pinion Housing (Source : hsrework.com)
Bevel Pinion Housing (Source : hsrework.com)

Pemasangannya harus tepat di tengah-tengah komponen axle housing untuk membuatnya dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Adanya bevel pinion yaitu sebagai tempat kedudukan beberapa komponen gardan.

Bukan hanya satu, komponen yang ada di dalam bevel pinion ada beberapa mulai dari drive pinion gear, ring gear, dan differential case. Masing-masing komponen perlu menjalankan fungsinya dengan baik.

9. Oil Filler Plug


Oil Filler Plug
Oil Filler Plug (Source : jokermachine.com)

Bentuknya berupa baut yang digunakan untuk menutup lubang pengisian oli pada gardan. Biasanya oil filter plug dipasang bersamaan dengan gasket yang harus diganti pada setiap pengisian ulang.

Diketahui letak dari oil filter plug pada garda beragam tergantung dari desain garda itu sendiri. Penempatannya bisa di bevel pinion housing atau belakang axle housing. Adanya komponen tersebut mempermudah pengisian oli gardan.

10. Adjuster Nut


Adjuster Nut
Adjuster Nut (Source : tokopedia.com)

Desainnya dibuat khusus untuk gardan yang ditaruh pada sisi kanan dan kiri differential case setelah bearing differential case. Manfaatnya untuk mengatur backlash antara gigi pada drive pinion dan ring gear.

Ciri khasnya berbentuk mur besar yang secara khusus ditempatkan pada differential case sebagai pendukung kinerja gardan. Tanpanya maka komponen lain tidak mampu bekerja dengan baik.

11. Oil Drain Plug

  Oil Drain Plug
Oil Drain Plug (Source : blibli.com)

Setelah sudah tidak layak digunakan, oli pada gardan harus dibuang. Oleh karenanya ada sebuah komponen yang disebut sebagai oil drain plug. Fungsinya sebagai tempat pembuangan oli gardan.

Bagi yang ingin tahu, penempatannya berada di bawah axle housing. Hanya saja pada beberapa jenis mobil ada oil drain plug sehingga saat ingin mengganti oli perlu membongkar housing garda terlebih dahulu.

12. Breather Plug

  Breather Plug (Source : mintor.com)
Breather Plug (Source : mintor.com)

Lubang pada gardan mobilperlu ditutup untuk menghindari adanya kebocoran. Penutupnya tidak menggunakan penutup biasa tetapi breather plug. Alat ini berupa karet dengan lubang sebagai sirkulasi udara.

Selama mesin hidup, gardan akan mengeluarkan udara dengan tekanan cukup tinggi. Tanpa adanya lubang pada breather plug, bisa-bisa akan terjadi ledakan akibat kenaikan suhu dan temperatur oli gardan.

13. Bearing

Bearing
Bearing (Source : tokopedia.com)

Selanjutnya, ada bearing yang digunakan untuk menyempurnakan kinerja gardan. Pada setiap mobil, penempatannya bisa saja tidak sama tergantung. Bagi yang ingin mempelajari setiap komponen gardan lebih detail, perlu memahaminya lebih lanjut.

Biasanya pada gardan terdapat lokasi yang mendukung untuk meletakkan bearing. Manfaat dari bearing adalah memperlancar putaran pada setiap komponen. Letaknya seringkali ada pada lokasi di bawah ini:

  • Bearing drive pinion gear (bearing yang dipasang pada drive pinion gear)
  • Bearing differential case (bearing yang dipasang pada differential case dekat dengan side gear)
  • Bearing axle shaft (bearing yang dipasang pada axle shaft)

14. Shim dan Spacer

Shim dan Spacer
Shim dan Spacer (Source : southeasttool.com)

Antara dua komponen tersebut sama-sama pentingnya yang harus ada pada gardan. Komponennya berupa pelat logam yang pipih, untuk fungsinya yaitu pengisi celah atau pemberi jarak antar komponen gardan.

Agar lebih mudah mengetahui fungsinya secara spesifik, shim dan spacer seringkali dimanfaatkan pada drive pinion gear. Tingkat ketebalannya harus diatur untuk menentukan preload gardan.

15. Gasket dan Seal

Gasket Gardan
Gasket Gardan (Source : shopee.co.id)

Gardan harus disusun dengan komponen-komponen khusus agar tugasnya tidak sampai terhambat. Tugasnya adalah mencegah kebocoran oli gardan sehingga tidak sampai mengganggu fungsi dari komponen-komponen lain.

Cairan pada gardan tidak boleh sampai tersebar kemana-mana karena dapat memicu kerusakan di komponen sekitarnya. Pembahasan lebih lanjutnya sebagai berikut:

Gasket bevel pinion housing (gasket yang dipasang untuk menyatukan axle housing dengan bevel pinion housing)

Oil seal axle shaft (oil seal yang dipasang pada bagian ujung axle shaft agar oli gardan tidak rembes ke roda)

Itulah penjelasan mengenai jenis dan fungsi gardanyang sebaiknya Anda ketahui. Tujuannya untuk mempermudah membedakan antara satu dengan lainnya, terlebih jika ingin mempelajari bidang otomotif seperti membuka bengkel atau sejenisnya.

Baca Juga: Berapakah Biaya Perbaikan Oli Mesin Mobil Rembes?