Seher motor atau piston merupakan salah satu komponen penting pada mesin motor. Fungsinya berkaitan dengan sistem pembakaran di dalam ruang mesin, yang menjadi penyebab motor bisa berjalan dengan normal.
Jika seher motor rusak, mesin motor tidak akan bekerja sebagaimana mestinya. Hal ini akan menyebabkan motor tidak bisa berjalan dengan normal. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga seher dengan baik agar tidak cepat rusak.
Lantas seher motor itu apa, fungsi dan cara merawatnya? Yuk simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.
Apa Itu Seher Motor?

Menurut Wikipedia, seher atau piston merupakan salah satu komponen mesin yang terpasang pada silinder mesin pembakaran, baik pada silinder hidrolik, pneumatik, dan silinder pompa. Fungsi dari komponen ini adalah mengubah volume dari isi silinder akibat piston mendapat tekanan.
Tekanan yang didapatkan berasal dari isi silinder atau sebaliknya seher yang justru menekan isi silinder. Saat seher atau piston mendapatkan tekanan dari fluida, tekanan tersebut langsung diubah menjadi gaya (linear).
Oleh karena itu, seher atau posting harus betul-betul terpasang dengan rapat di dalam silinder. Untuk mencegah keloggaran, dipasanglah satu atau beberapa ring (cincin) pada seher agar betul-betul rapat dengan silinder.
Pada silinder dengan temperatur kerja menengah ke atas, ring piston dibuat dari logam dan disebut dengan ring piston (piston ring). Sementara pada silinder dengan temperatur kerja rendah, ring piston dibuat dari karet dan disebut dengan ring sil (seal ring).
Batang yang bersambung dengan seher disebut sebagai stang seher, yaitu komponen yang berfungsi sebagai penghubung antara seher dengan poros engkol (kruk as). Cara kerjanya adalah bergerak naik turun dikarenakan adanya dorongan dari seher yang selanjutnya diteruskan ke kruk as.
Komponen-komponen Seher

Perlu diketahui bahwa desain dan ukuran seher atau piston berbeda-beda, disesuaikan dengan jenis bahan bakar mesin yang digunakan. Sebagai contoh, ukuran seher atau piston yang terdapat pada mesin petrol cenderung lebih ringan dan kecil jika dibandingkan dengan seher pada mesin diesel.
Sekilas terlihat kalau seher memiliki bentuk yang cukup rumit disebabkan banyaknya komponennya. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan disebutkan komponen-komponen penting seher pada motor bakar dalam :
- permukaan atas piston yang berhubungan langsung dengan ruang bakar mesin. Komponen ini memiliki bentuk yang berbeda-beda. Misalnya, seher yang memiliki permukaan tinggi digunakan pada mesin dengan kompresi tinggi, sedangkan permukaan cekung digunakan pada mesin dengan kompresi rendah.
- Top land : Komponen yang berfungsi sebagai landasan ring piston kompresi. Selain itu, top land juga berfungsi sebagai penyalur panas hsil pembakaran ke dinding silinder.
- Ring belt (Sabuk cincin) : Memiliki nama lain yaitu alur ring piston ini dan merupakan bagian-bagian di mana tiga ring piston dipasang.
- Control struts .
- Klip pengunci pen : Komponen seher yang satu ini berfungsi sebagai pengunci pin piston.
- Bos piston : Komponen ini memiliki bagian bawah-tengah piston tempat piston pin (pen piston) berada.
- Pen piston (pin piston) : Komponen yang berfungsi sebagai penghubung tenaga piston ke batang piston. Dengan adanya seher, batang piston bisa bergerak bolak-balik. Karenanya, tidak perlu heran apabila pen piston bisa dianggap sebagai poros engkol-nya batang piston.
- Badan piston (piston skirt) : Bagian seher Bagian piston yang berada di bawah sabuk cincin. Badan piston ini akan selalu bersentuhan dengan dinding silinder sehingga tercipta gesekan saat piston bergerak naik turun.
- Ring piston : Komponen ini berfungsi sebagai pencegah kebocoran antara ruang pembakaran dengan bagian bawah piston.
Jenis-jenis Seher Motor

Seher atau piston motor terdiri dari beberapa jenis sebagaimana di bawah ini :
1. Oval
Seher berbentuk oval. Jenis seher seperti ini tergolong unik karena akan mengalami perubahan wujud ketika mesin sudah hidup dan panas mesin sudah mencapai suhu kerjanya.
Bagian oval pada piston inilah yang berfungsi sebagai penyerap panas pada piston agar tidak terjadi pemuaian yang berlebihan pada seher. Dengan begitu, seher mampu menggesek dinding blok secara sempurna.
2. Slipper
Jenis berikutnya adalah seher yang memiliki coakan di bagian bawah badan dari sehernya. Tujuan dari coakan tersebut adalah untuk memperpendek langkah dari seher, agar dapat menghasilkan mesin dengan perbandingan kompresi cukup tinggi di samping ketinggian dari mesin yang lebih pendek.
3. Split
Seher jenis ini memiliki sebuah alur di luar yang bergaris dengan lubang pin seher. Alur tersebut biasanya memiliki bentuk setengah bulat atau model U.
4. Authothermic
Jenis seher yang satu ini memiliki sebuah kawat baja berupa ring yang berfungsi sebagai penyerap panas di bagian kepala seher. Dengan begitu, pemuaian berlebihan pada seher bisa dihindari.
Fungsi Seher atau Piston Motor

Seher memiliki beberapa fungsi sebagaimana di bawah ini :
1. Elemen Pengubah Bentuk Energi
Saat proses pembakaran terjadi di ruang pembakaran pada mesin, busi menghasilkan percikan listrik bertegangan tinggi pada campuran fluida yang mengakibatkan terjadinya ledakan. Akibat ledakan tersebut, energi pada campuran dikonversi menjadi panas dan menghasilkan tekanan.
Tekanan tersebut selanjutnya akan mendorong seher bergerak ke bawah dan memutar poros engkol menggunakan perantara batang seher (connecting rod).
Tidak hanya mengubah panas dan tekanan menjadi energi mekanik, seher juga akan menerima gaya dorong akibat ledakan pada ruang silinder. Oleh karena itu, piston dibuat dari bahan yang cukup kuat untuk menahan tekanan dan panas yang mencapai 2000 derajat Celcius.
2. Sebagai Elemen Pengunci
Agar gas dari ruang pembakaran tidak berpindah ke bagian engkol mesin, piston dipasangi piston ring (cincin piston). Selain itu, piston ring juga berfungsi mencegah naiknya oli dan minyak yang terdapat di bagian bawah piston.
3. Menghilangkan Panas
Proses pembakaran menyebabkan tingginya suhu pada permukaan atas seher atau piston. Jika piston tidak ada, besar kemungkinan panas akan merambat ke bagian lainnya dan menyebabkan kerusakan.
Untuk menghilangkan panas ini, seher memiliki saluran pendingin yang berfungsi mengeluarkan panas dari sistem mesin bakar. Sebab, panas yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan piston meleleh dan berlubang.
4. Memandu Gerakan Batang Seher atau Piston
Ketika seher bergerak, secara otomatis batang piston (connecting rod) juga ikut bergerak. Selain itu, seher bergerak naik turun yang dikenal sebagai “tak” dalam rangka proses kompresi campuran bahan bakar-udara.
Cara Kerja Seher Motor

Sekilas gerakan seher naik turun terlihat biasa-bisa saja. Pada kenyataannya, pergerakan tersebut sangat penting untuk terjadinya proses pembakaran yang menghasilkan tenaga pada sebuah motor.
Sebab selama proses pembakaran tersebut, beberapa komponen mesin lainnya turut berperan maksimal sehingga kinerja mesin semakin sempurna.
Ketika seher motor berada pada posisi atas atau naik, volume silinder jadi lebih kecil sehingga kompresi lebih kecil. Saat berada pada posisi inilah, akan dimanfaatkan untuk menaikkan tekanan serta temperatur gas pada ruang bakar, di samping mendorong sisa gas yang ada saat proses pembakaran terjadi.
Penyebab Seher Motor Rusak

Perlu diketahui bahwa bahan pembuatan seher atau piston asalnya kuat dan tidak cepat rusak. Sebab bagaimanapun, seher tersebut berkaitan langsung dengan pembakaran yang nota bene memiliki panas yang sangat tinggi.
Hanya saja, banyak kasus menunjukkan seher yang cepat mengalami kerusakan. Hal tersebut sebenarnya disebabkan oleh 3 hal utama yang akan disebutkan di bawah ini :
1. Sering Menggunakan Oli Berkualitas Rendah
Mengganti oli secara teratur sangat bermanfaat karena menyebabkan motor lebih awet. Namun jika Anda merasa seher cepat rusak padahal rutin mengganti oli, maka besar kemungkinan kualitas oli yang digunakan berkualitas buruk atau rendah.
Hal ini termasuk kesalahan fatal yang dilakukan oleh sebagian pengendara motor. Harga oli yang murah selalu menjadi tolak ukur sebelum membelinya, tanpa memerdulikan kualitas dari oli tersebut.
Padahal, keseringan menggunakan oli berkualitas rendah lambat laun akan mengakibatkan kerusakan pada seher dan komponen mesin lainnya. Kalau sudah terjadi, tentu kerugian yang harus ditanggung lebih besar.
2. Menggunakan Bahan Bakar dengan Oktan Rendah
Keseringan mengisi tangki motor menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah turut memengaruhi keawetan mesin. Sebab, lambat laun hal itu bisa mengakibatkan seher atau piston cepat rusak.
Sayangnya, masih banyak pengendara motor yang melalaikan hal ini karena beralasan mencari harga murah. Padahal kalau komponen mesin motor yang rusak, biayanya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar lagi.
Memakai bahan bakar dengan oktan tinggi memiliki banyak keuntungan bagi motor, salah satunya adalah kinerja seher lebih maksimal disebabkan berkurangnya residu dan kerak pada kepala piston yang seringkali ditimbulkan dari bahan bakar.
Kerak atau residu yang terdapat pada kepala piston atau seher akan mengakibatkan kinerja seher lebih berat lagi, sehingga proses pembakaran tidak sempurna dan kinerja tidak maksimal.
Berbeda halnya ketika Anda menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dengan timbal rendah, tentu akan menjadikan piston rendah risiko kerak. Alhasil, hasil pembakaran yang dihasilkan jadi lebih sempurna.
3. Adanya Tabrakan antara Piston dan Klep
Penyebab ketiga ini sebenarnya jarang terjadi, tapi bukan berarti tidak pernah terjadi. Penyebabnya karena piston yang digunakan berbeda dengan spesifikasi aslinya. Misalnya, piston yang digunakan memiliki ukuran berbeda dari ukuran yang seharusnya.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda tidak sembarangan mengganti seher atau piston. Jika terpaksa harus mengganti, sebaiknya Anda membawanya ke bengkel atau tenaga ahli untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Demikianlah ulasan mengenai seher motor, jenis-jenis seher, komponen seher, fungsi dan penyebab kerusakannya. Adapun harga seher motor berbeda-beda, tergantung ukuran dari seher tersebut.




Leave a Reply