Baut dan sekrup merupakan pengikat komponen tertentu pada sebuah mobil. Sebuah komponen yang diikat dengan baut dan sekrup baru bisa bekerja sebagaimana mestinya ketika komponen itu tidak goyang atau bergeser karena diikat dengan kuat.
Oleh karena itu, mengetahui cara membaca tabel ukuran baut dan sekrup merupakan hal yang penting. Salah menggunakan baut dan sekrup karena keliru dalam membaca ukurannya bisa mengakibatkan komponen mobil tidak terpasang sempurna.
Oleh karena itu, di bawah ini akan disebutkan bagaimana cara membaca ukuran baut dan sekrup dengan benar. Yuk simak ulasannya di bawah ini.
Mengenal Baut dan Sekrup

Baut dan sekrup merupakan komponen berukuran kecil yang fungsinya untuk mengikat komponen tertentu pada mobil agar bisa tetap dan tidak bergeser atau bergoyang.
Ukuran baut dan sekrup berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda mesti mengetahui cara membaca perbedaan ukuran tersebut. Jika tidak, besar kemungkinan Anda salah membeli sehingga tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.
Selain mengetahui perbedaan ukuran, tentu Anda harus mengetahui perbedaan baut dan sekrup itu sendiri. Banyak orang sering keliru menyamakan antara baut dengan sekrup karena sama-sama memiliki kepala dan ulir.
Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan keduanya di bawah ini :
Baut

Baut memiliki ciri-ciri khusus sebagaimana di bawah ini :
- Ujung kaki tidak lancip atau datar.
- Kerapatan ulirnya terlihat lebih halus.
- Alat yang digunakan untuk mengencangkannya adalah kunci, bisa kunci pas, kunci shock, kunci ulir, dan lain-lain.
- Butuh mur untuk pemasangannya.
- Lebih sering digunakan untuk mengaitkan komponen yang terbuat dari besi.
Sekrup

Sekrup memiliki ciri-ciri khusus sebagaimana di bawah ini :
- Ujungnya berbentuk lancip.
- Kerapatan ulirnya lebih kasar.
- Alat untuk mengencangkan menggunakan obeng.
- Umumnya tidak butuh mur.
- Lebih sering digunakan untuk mengencangkan komponen dari plastik atau kayu yang tidak membutuhkan momen pengencangan yang terlalu besar.
Cara Membaca Ukuran Baut
Cara membaca ukuran baut tidak lepas dari beberapa poin penting di bawah ini :
1. Bagian-bagian atau Spesifikasi Baut
Berikut bagian-bagian baut atau spesifikasinya yang penting untuk diketahui
Berikut keterangan gambar di atas :

- 1 : Lingkar atau diameter baut.
- 2 : Panjang baut.
- 3 : Panjang uliran baut.
- 4 : Lebar sejajar kepala baut dengan ukuran kunci
- 5 : Jarak antara ulir baut
2. Standar Ukuran Baut
Dalam melakukan pengukuran baut, ada 2 standar yang perlu diketahui, yaitu skala inci dan skala metrik (millimeter). Kedua standar pengukuran tersebut memiliki perbedaan sebagai berikut :
Standar Ukuran Baut Skala Inci
Standar ukuran baut di sini menggunakan simbol W yang merupakan kependekan dari Whitworth. Umumnya simbol ini diikuti dengan ukuran baut. Misalnya, W ½ yang berarti ukuran diameter baut sebesar ½ inci. Jadi, satuan ukuran yang digunakan adalah inci.
Selain bertuliskan kode W dan ukuran baut, biasanya terdapat juga tulisan angka. Misalnya, ukuran baut adalah W ⅜” x 16. Cara membaca kode ini adalah ⅜” menunjukkan diameter baut, yaitu ⅜ inci (atau sekitar 0,375 inci), sedangkan angka 16 pada kode baut menunjukkan jumlah pitch yang terdapat setiap 1 inci adalah sekitar 16. Istilah pitch digunakan untuk menunjukkan jarak puncak ulir satu dengan puncak ulir lainnya.
Standar Ukuran Baut Skala Metrik (millimeter)
Jika tertulis M 10, berarti diameter baut tersebut adalah 10 mm. Sudut alpha atau puncaknya adalah 60 derajat. Standar metrik (ISO Metric) inilah yang banyak diterapkan di berbagai negara.
Contohnya lagi adalah kode bertuliskan M8 x 1.25 2 LH L:35 mm pada baut. Cara membaca kodenya sebagai berikut:
- “M” menunjukkan standar metrik.
- Angka 8 menunjukkan kalau diameter ulir baut 8 mm.
- Angka 1.25 menunjukkan kalau pitch atau jarak ulirnya 1.25 mm.
- Angka 2 adalah penunjuk kelas material nomor 2.
- LH berarti arah ulir ke kiri.
- L:35 mm menunjukkan panjang baut.
3. Mengukur Diameter Baut
Biasanya alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran diameter baut dan diameter ulir adalah jangka sorong atau vernier kaliper.
Tapi jika ingin mendapatkan hasil pengukuran yang lebih detail, sebaiknya gunakan alat mikrometer luar. Cara melakukannya sangat mudah, cukup letakkan alat pengukur di kepala baut dan lihat diameternya.
4. Mengukur Jarak Ulir Baut
Alat yang umumnya digunakan untuk pengukuran jarak ulit baut adalah screw pitch gauge (alat ukur jarak ulir). Alat ini digunakan di tiang baut bagian ulir. Apabila kode baut yang diukur adalah M8 x 1,25, maka jarak ulir adalah 1,25 mm. Gunakanlah bilah 1,25 pada alat ukur screw pitch gauge.
Ingat, hati-hati saat melakukan pengukuran jarak ulir baut. Sebab, hal itu dapat merusak ulir pada mur pasangan baut tersebut.
5. Mengukur Panjang Baut
Alat yang bisa digunakan untuk melakukan pengukuran panjang baut adalah jangka sorong atau penggaris. Proses pengukurannya dilakukan dari sisi kepala sampai ujung baut.
6. Mengukur Lebar Kepala Baut Sejajar
Melakukan pengukuran lebar kepala baut bisa juga menggunakan jangka sorong. Hanya saja, perlu diketahui bagaimana cara mengartikan kode ukuran kepala baut bagian sejajar dengan benar.
Kesalahan dalam cara mengartikan kode ukuran bisa mengakibatkan salah membeli baut. Akibatnya terjadilah salah pemasangan pada komponen mobil.
Di bawah ini tabel ukuran diameter baut ulir

Cara Membaca Ukuran Sekrup
Berikut ini adalah tabel ukuran sekrup:

Cara melakukan pengukuran pada sekrup tidak jauh berbeda dengan cara mengukur baut. Sebagai contoh, jika kode sekrup bertuliskan 6 x ¾”, artinya panjang sekrup tersebut adalah ¾ inci, Sementara angka 6 adalah ukuran sekrup dari kepala sampai porosnya.
Demikianlah ulasan mengenai cara membaca ukuran baut dan sekrup. Mengetahui cara ini sangat penting, agar Anda tidak salah membeli baut dan sekrup. Semoga bermanfaat.




Leave a Reply