Membahas tentang surat kuasa pengambilan BPKB tentukurang lengkap jika tidak membahas sekaligus fungsi, jenis-jenisnya, format penulisan, serta contohnya. Poin-poin tersebut sangat penting untuk diketahui.

Penggunaan surat kuasa untuk pengambilan BPKB di masyarakat cukup sering digunakan. Sebab, terkadang pemilik kendaraan tersebut tidak sempat untuk mengambilnya sendiri, sehingga harus diwakilkan kepada orang lain. Ketika itulah surat tersebut dibutuhkan.

Fungsi-fungsi Surat Kuasa  

Fungsi Utama Surat Kuasa adalah Pelimpahan Wewenang
Fungsi Utama Surat Kuasa adalah Pelimpahan Wewenang

Bagi yang belum tahu, surat kuasa merupakan sebuah surat yang berisi pelimpahan wewenang dari seseorang kepada orang kepercayaannya. Cakupannya terbilang luas mulai dari masalah hukum atau urusan pribadi seperti halnya pengambilan BPKB kendaraan bermotor.

Berdasarkan pengertiannya bisa disimpulkan bahwa surat kuasa berfungsi untuk melimpahkan atau memberikan kekuasaan penuh kepada orang terpercaya seperti halnya keluarga atau penyedia jasa khusus.

Sebagian besar surat kuasa digunakan untuk sesuatu yang penting dan bersifat privasi. Oleh karenanya perlu mencari orang yang dapat dipercaya supaya berkas-berkas pentingnya tidak sampai disalahgunakan atau bahkan diperjualbelikan.

Seorang yang ingin melimpahkan wewenang perlu melampirkan beberapa syarat seperti halnya KTP dan materai untuk membuatnya memiliki kekuatan hukum. Apabila ada penyelewengan maupun tindak kejahatan lain, maka bisa diproses melalui jalur hukum.

Jenis-jenis Surat Kuasa

Jenis Surat Kuasa
Banyak Jenis Surat Kuasa Saat Ini

Di masyarakat, surat kuasa dibagi menjadi 3 yaitu istimewa, kedinasan, dan perseorangan. Setiap jenisnya memiliki fungsi serta struktur yang cukup berbeda. Informasi lebih lengkapnya bisa disimak pada ulasan berikut:

1. Istimewa

Seringkali surat kuasa ini digunakan oleh pihak yang terlibat permasalahan hukum dan diberikan kepada pengacara ataupun lembaga-lembaga khusus. Keberadaan surat kuasa ini sangat penting, sebab jika tidak dilampirkan bisa saja akan terkendala pada proses penanganannya.

Contoh kasusnya adalah seseorang memberikan kuasa kepada pengacara dalam penyelesaian kasus yang berkaitan dengan pengadilan. Surat ini termasuk jenis resmi sehingga pembuatannya perlu menggunakan bahasa baku sesuai KBBI.

2. Kedinasan

Instansi atau perusahaan adalah pihak yang paling sering menggunakan surat kuasa jenis dinas. Nantinya akan diberikan kepada pegawainya (pejabat tertentu) sebagai bentuk pelimpahan wewenang untuk mengurus suatu hal.

Surat-surat kuasa yang sering dikeluarkan oleh kedinasan misalnya berupa workshop, dinas luar kota, pemberitahuan cuti bersama, dan masih banyak lainnya.

3. Perseorangan

Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, jenis surat kuasa perseorangan bersifat lebih pribadi. Seringkali jenis ini digunakan untuk mengambil barang penting, BPKB kendaraan bermotor, gaji pensiun, dan dokumen-dokumen kependudukan.

Surat kuasa harus dibawa oleh orang yang namanya tercantum di dalamnya. Jika tidak, biasanya akan terkendala pada proses penanganannya karena ditakutkan melakukan tindak penipuan.

Format Penulisan Surat Kuasa Pengambilan BPKB

Format Penulisan Surat Kuasa
Penulisan Surat Kuasa Memiliki Format Tertentu

Sebagai surat resmi, penulisannya perlu menggunakan format khusus. Supaya tidak sampai melakukan kesalahan fatal, sebaiknya ketahui penjelasannya berikut ini:

1. Judul

Hal pertama yang perlu ditulis adalah judul untuk membedakan antara surat kuasa dengan jenis lainnya. Tidak perlu bingung mencari judul, cukup tulis “Surat Kuasa” diikuti kepentingan pemberi kuasa.

2. Kalimat Pembuka

Struktur selanjutnya adalah kalimat pembuka yang berisikan kalimat sederhana. Kalimat paling umum digunakan adalah “yang bertanda tangan di bawah ini”. Selanjutnya baru memasukkan identitas orang bersangkutan secara lengkap.

3. Identitas Pemberi Kuasa

Ada beberapa data penting yang perlu dimasukkan dalam identitas yaitu berupa nama, usia, pekerjaan, alamat, dan juga NIK (Nomor Induk Kependudukan). Seluruh identitasnya harus sesuai dengan data asli dan tidak boleh dipalsukan atau salah dalam penulisannya.

4. Perbuatan yang Dikuasakan

Bagian yang tidak boleh dilewatkan lainnya adalah bagian satu ini. Isinya berupa perbuatan yang dikuasakan dari satu atau beberapa orang pemberi kuasa kepada satu atau lebih orang penerima kuasa sebagai bukti persetujuan antara kedua belah pihak.

5. Penutup dan Tanda Tangan

Meski terlihat kurang penting, namun bagian penutup dan tanda tangan perlu diisi. Tanda poin ini surat kuasa bisa saja tidak bisa digunakan karena tidak sesuai dengan prosedur penulisan yang berlaku.

Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB

Ilustrasi Penulisan Surat Kuasa
Ilustrasi Penulisan Surat Kuasa

Anda mungkin masih cukup kebingungan membuat surat kuasa pengambilan BPKB. Guna mempermudah proses pembuatannya serta meminimalisir adanya kesalahan, langsung saja simak contohnya berikut ini:

SURAT KUASA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini

Nama:

NIK:

Alamat:

Memberikan kuasa penuh kepada:

Nama:

NIK:

Alamat:

Untuk mengambil BPKB atas nama (pemilik BPKB) atas kendaraan dengan rincian:

Jenis kendaraan:

Nomor kendaraan:

Warna kendaraan:

Nomor mesin:

Demikian surat kuasa ini saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari siapapun. Semoga surat ini dipergunakan sebagaimana mestinya.

_________, ___________ 2021

Penerima Kuasa                                           Penerima Kuasa

(Tanda Tangan)                                           (Tanda Tangan)

Demikian penjelasan mengenai hal-hal penting berkaitan dengan surat kuasa pengambilan BPKB. Selain yang telah disebutkan, biasanya juga diperlukan materai agar bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Baca Juga: Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB Motor atau Mobil