{"id":4969,"date":"2023-03-15T12:51:00","date_gmt":"2023-03-15T05:51:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/?p=4969"},"modified":"2023-03-16T13:00:31","modified_gmt":"2023-03-16T06:00:31","slug":"cara-kerja-cvt-motor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/","title":{"rendered":"Cara Kerja CVT Motor dan Komponen-komponennya"},"content":{"rendered":"\n<p>Mengenal dan mempelajari sistem transmisi&nbsp; pada motor, seperti&nbsp;cara kerja CVT motor, bukanlah hal yang sia-sia. Dengan mengetahui lebih banyak komponen dan mekanisme kerjanya, Anda tentu bisa mengenali lebih baik setiap permasalahan yang mungkin saja terjadi pada kendaraan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>CVT pada motor sendiri merupakan salah satu jenis sistem transmisi yang umumnya diaplikasikan pada motor matic. Sistem transmisi ini bisa dijumpai pada <a href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/motor-bebek-honda\/\">motor matic dari Honda<\/a>, Yamaha, hingga Suzuki yang memang terkenal dengan keluaran motor-motor maticnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut mengenai hal ini, artikel berikut akan membahasnya untuk Anda. Mulai dari apa itu CVT <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/kendaraan?tipe%5B%5D=motor\"   title=\"motor\" data-wpil-keyword-link=\"linked\">motor<\/a>, komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya, hingga&nbsp;cara kerja CVT motor.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_68_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title \" >Daftar Isi Artikel<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #555555;color:#555555\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #555555;color:#555555\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#Apa_Itu_CVT_Motor\" title=\"Apa Itu CVT Motor?\">Apa Itu CVT Motor?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#Komponen_CVT_Motor\" title=\"Komponen CVT Motor\">Komponen CVT Motor<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#1_Primary_Sliding_Sheave\" title=\"1. Primary Sliding Sheave\">1. Primary Sliding Sheave<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#2_V-Belt\" title=\"2. V-Belt\">2. V-Belt<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#3_Secondary_Sheave\" title=\"3. Secondary Sheave\">3. Secondary Sheave<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#4_Gear_Reduksi\" title=\"4. Gear Reduksi\">4. Gear Reduksi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#Cara_Kerja_CVT_Motor\" title=\"Cara Kerja CVT Motor\">Cara Kerja CVT Motor<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#1_Putaran_Stasioner\" title=\"1. Putaran Stasioner\">1. Putaran Stasioner<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#2_Mulai_Berjalan\" title=\"2. Mulai Berjalan\">2. Mulai Berjalan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#3_Putaran_Menengah\" title=\"3. Putaran Menengah\">3. Putaran Menengah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/cara-kerja-cvt-motor\/#4_Putaran_Tinggi\" title=\"4. Putaran Tinggi\">4. Putaran Tinggi<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_CVT_Motor\"><\/span>Apa Itu CVT Motor?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"678\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Apa-Itu-CVT-Motor-1024x678.jpg\" alt=\"CVT Singkatan dari Continuously Variable Transmission \n\" class=\"wp-image-4973\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Apa-Itu-CVT-Motor-1024x678.jpg 1024w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Apa-Itu-CVT-Motor-300x199.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Apa-Itu-CVT-Motor-768x508.jpg 768w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Apa-Itu-CVT-Motor.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">CVT Singkatan dari Continuously Variable Transmission (Source : wahanahonda.com)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>CVT motor adalah singkatan dari Continuously Variable Transmission, salah satu jenis sistem transmisi motor yang sedang marak diaplikasikan pada motor-motor saat ini. CVT ini merupakan sistem transmisi motor otomatis. Oleh karena itu, CVT banyak diaplikasikan pada motor-motor jenis matic.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem transmisi ini akan menghasilkan perbandingan reduksi secara otomatis yang akan disesuaikan oleh kondisi perputaran mesinnya. Kehadiran sistem CVT motor ini memungkinkan pengendara tidak perlu lagi mengganti atau memindahkan gigi perseneling di kendaraannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, sistem perseneling sendiri berfungsi untuk menghindari panas berlebihan yang bisa ditimbulkan oleh gesekan-gesekan transmisi selama motor berjalan. Pada&nbsp;cara kerja CVT motor&nbsp;ini, mekanisme V-belt di dalamnya telah dilengkapi sistem pendinginan tertentu untuk mengurangi panas.<\/p>\n\n\n\n<p>Konstruksi dari sistem aliran pendingin dalam mekanisme V-belt tersebut telah dirancang sedemikian rupa, terutama agar bisa terbebas dari debu\/kotoran atau air. Posisi dari komponen-komponen CVT ini sendiri ditempatkan lebih tinggi dari as roda motor untuk menghindari masuknya air ketika banjir.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_CVT_Motor\"><\/span>Komponen CVT Motor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"887\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Komponen-CVT-Motor.jpg\" alt=\"Komponen CVT Motor \" class=\"wp-image-4971\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Komponen-CVT-Motor.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Komponen-CVT-Motor-300x296.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Komponen-CVT-Motor-768x757.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Komponen CVT Motor (Source : geraiteknologi.com)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Meskicara kerja CVT motor&nbsp;dalam mekanismenya menggunakan mekanisme V-belt, namun terdapat beberapa komponen lain yang juga perlu diketahui dan mendukung jalannya mekanisme ini. Secara umum, komponen CVT motor dapat dibagi menjadi 4 bagian utama, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Primary_Sliding_Sheave\"><\/span>1. Primary Sliding Sheave<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada bagian ini, setidaknya ada sekitar lima komponen yang mendukung jalannya mekanisme transmisi CVT tersebut. Komponen-komponen tersebut di antaranya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Fixed sheave :<\/strong> Merupakan komponen yang tidak bergerak (fixed) dan berfungsi menahan V-belt. Bentuknya berupa piringan dan di bagian lain cenderung menyerupai kipas yang memiliki fungsi sebagai pendingin.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sliding sheave :<\/strong> Komponen ini memiliki gerakan ke kanan ataupun ke kiri untuk menekan v-belt dalam putaran yang tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Roller : <\/strong>Komponen ini berperan menekan sliding sheave sesuai dengan putaran mesin. Mekanisme kerja pada roller ini menggunakan prinsip gaya sentrifugal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Slider :<\/strong> Jika roller bertugas mendorong atau menekan sliding sheave, slider sendiri berfungsi mendorong roller.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Collar :<\/strong> Komponen ini berfungsi sebagai dudukan dari komponen lainnya, termasuk fixed sheave, sliding sheave, dan slider.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_V-Belt\"><\/span>2. V-Belt<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>V-belt ini dapat dikatakan sebagai&nbsp;komponen CVT motor matic&nbsp;paling utama dalam sistem ini. V-belt berfungsi menghubungkan sliding sheave dan secondary sheave. Selain sebagai penghubung, V-belt akan meneruskan putaran mesin dari sliding sheave untuk membuat proses transmisi berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada konstruksi V-belt ini, biasanya ada gerigi-gerigi tertentu yang dirancang khusus. Gerigi-gerigi tersebut dalam berbagai konstruksi mesin berfungsi untuk menghindari panas berlebih yang terjadi akibat gesekan yang terus menerus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Secondary_Sheave\"><\/span>3. Secondary Sheave<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, secondary sheave berfungsi sebagai pengatur besar kecilnya diameter pulley sekunder. Komponen-komponennya tentu agak berbeda dari primary sheave sebelumnya. Setidaknya ada 6 komponen pendukung&nbsp;cara kerja CVT motordi bagian ini.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Sliding sheave :<\/strong> Pada dasarnya, sliding sheave pada bagian ini juga berfungsi menekan v-belt. Perbedaannya dengan sliding sheave pada bagian primary sebelumnya, yakni pada bagian ini tidak terdapat sirip.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fixed sheave :<\/strong> Fixed sheave pada bagian ini juga berfungsi sebagai penahan V-belt dan merupakan bagian komponen yang statis atau diam.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Per (spring) :<\/strong> Berfungsi untuk mendorong sliding sheave.<\/li>\n\n\n\n<li>Torque cam : Fungsi dari komponen satu ini yaitu sebagai penekan secara otomatis sliding sheave ketika motor memerlukan&nbsp; akselerasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Clutch housing : <\/strong>Komponen ini juga sering disebut sebagai rumah kopling. Fungsi komponen ini untuk meneruskan putaran dari V-belt ke poros roda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sepatu kopling :<\/strong> Komponen ini berfungsi menghubungkan putaran ke poros roda belakang. Prinsip kerja komponen ini menggunakan prinsip sentrifugal, yaitu bekerja sesuai tinggi rendahnya putaran mesin.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Gear_Reduksi\"><\/span>4. Gear Reduksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Komponen satu ini berfungsi untuk menyeimbangkan putaran mesin dengan roda. Karena bagian ini juga akan mengalami gesekan yang cukup banyak selama mesin berjalan, perawatannya biasa dilakukan dengan melumasi bagian ini dengan oli untuk meminimalisir keausan akibat gesekan berlebih tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Kerja_CVT_Motor\"><\/span>Cara Kerja CVT Motor<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"678\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Cara-Kerja-CVT-Motor-1024x678.jpg\" alt=\"Cara Kerja CVT Motor \" class=\"wp-image-4972\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Cara-Kerja-CVT-Motor-1024x678.jpg 1024w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Cara-Kerja-CVT-Motor-300x199.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Cara-Kerja-CVT-Motor-768x508.jpg 768w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/Cara-Kerja-CVT-Motor.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Cara Kerja CVT Motor (Source : wahanahonda.com)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Secara umum,&nbsp;cara kerja CVT motor&nbsp;dimulai dari putaran rendah atau stasioner hingga ke putaran tinggi. Untuk memperjelas tahapan kinerja dari CVT ini, berikut beberapa garis besar tahapannya untuk menghasilkan sistem transmisi atau putaran yang sempurna.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Putaran_Stasioner\"><\/span>1. Putaran Stasioner<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada saat putaran mesin langsam atau sedang dalam keadaan stasioner, putaran dari crankshaf akan diteruskan ke pulley primer.<\/p>\n\n\n\n<p>Putaran tersebut selanjutnya akan diteruskan lagi ke pulley sekunder dengan bantuan V-belt. Dari pulley sekunder, putaran tersebut akan diteruskan ke kopling sentrifugal.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kondisi ini, putaran masih rendah dan kopling sentrifugal belum akan bekerja. Hal ini karena gaya tarik dari kopling masih lebih besar dibanding gaya sentrifugalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kondisi ini, sepatu kopling juga tidak menyentuh rumah kopling, sehingga roda bagian belakang tidak akan berputar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mulai_Berjalan\"><\/span><strong>2. Mulai Berjalan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Putaran mesin yang semakin meningkat akan membuat roda belakang motor juga mulai berputar. Hal ini juga disebabkan oleh gaya sentrifugal yang semakin kuat, lebih besar dibanding gaya tariknya, sehingga roda akan berputar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat putaran sudah pada kondisi yang cukup tinggi, sepatu kopling akan terlempar keluar dan menempel ke rumah kopling. Diameter V-belt pada bagian puller di kondisi ini akan mengecil. Sementara di bagian pulley sekunder, diameter V-belt akan berada di bagian luar diameter besar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Putaran_Menengah\"><\/span>3. Putaran Menengah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada saat putaran dalam kondisi menengah, diameter dari kedua pulley tersebut akan seimbang atau balance. Kondisi demikian diperoleh dari gaya sentrifugal weight di pulley primer yang berfungsi sebagai pendorong sliding sheave telah searah dengan fixed sheave.<\/p>\n\n\n\n<p>Penekanan pada sliding sheave selanjutnya akan membuat V-belt bergeser ke arah lingkaran luar. Tekanan pada sliding sheave ini juga akan menarik V-belt yang ada di pulley sekunder ke arah lingkaran dalam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Putaran_Tinggi\"><\/span>4. Putaran Tinggi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah putaran sudah dalam keadaan yang tinggi, diameter V-belt yang ada di pulley primer sudah menjadi lebih besar dari diameter yang ada di pulley sekunder. Keadaan ini disebabkan karena sliding sheave semakin mendapat tekanan dari gaya sentrifugal weight.<\/p>\n\n\n\n<p>Tekanan yang diperoleh oleh sliding sheave akibat gaya sentrifugal weight ini akan membuat V-belt terlempar ke arah sisi luar pulley primer. Pada saat putaran mesin susah sangat tinggi, sistem pendiginan akan berjalan untuk mencegah panas yang berlebih akibat gesekan dari perputaran-perputarannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah informasi mengenai cara kerja CVT motor, komponennya, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan itu. Semoga bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal dan mempelajari sistem transmisi&nbsp; pada motor, seperti&nbsp;cara kerja CVT motor, bukanlah hal yang sia-sia. Dengan mengetahui lebih banyak komponen&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4975,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[638,639],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4969"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4969"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6707,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4969\/revisions\/6707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}