{"id":4131,"date":"2022-12-21T23:40:00","date_gmt":"2022-12-21T16:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/?p=4131"},"modified":"2022-12-25T20:50:27","modified_gmt":"2022-12-25T13:50:27","slug":"jalur-cdi-motor-honda-megapro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/","title":{"rendered":"Jalur CDI Motor Honda Megapro"},"content":{"rendered":"\n<p>Setiap motor memiliki unit CDI yang merupakan bagian dari sistem pengapian elektronik tipe CDI, termasuk pada Honda Megapro. Jalur CDI Megapro mencakup terminal maupun soket dengan fungsi yang berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi dari CDI adalah mengatur proses percikan bunga api pada busi yang disesuaikan disesuaikan dengan kebutuhan mesin, agar tenaga yang dihasilkan lebih maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bahwa dalam proses pembakaran, semakin kuat percikan bunga api maka ledakan yang dihasilkan oleh langkah pembakaran akan semakin besar juga. Arus listrik yang mengalir dari kumparan primer koil akan diputuskan oleh komponen ini, sehingga terjadilah induksi elektromagnet.<\/p>\n\n\n\n<p>Jalur CDI Megapro terdiri dari beberapa kabel dan terminal yang memiliki fungsi lain. Setiap terminal tersebut biasanya diidentifikasi dengan warna kabel, sehingga teknisi tidak kebingungan kala proses perbaikan dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena besarnya fungsi dari terminal CDI Megapro, jangan asal menyambungkan soket CDI dengan kabel karena bisa mengakibatkan konsleting listrik. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diulas hal-hal yang berkaitan dengan jalur CDI Megapro.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_68_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title \" >Daftar Isi Artikel<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #555555;color:#555555\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #555555;color:#555555\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#Fungsi_Dasar_Rangkaian_Jalur_CDI\" title=\"Fungsi Dasar Rangkaian Jalur CDI\">Fungsi Dasar Rangkaian Jalur CDI<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#Apa_Itu_CDI_Motor\" title=\"Apa Itu CDI Motor?\">Apa Itu CDI Motor?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#Jalur_Soket_CDI_Megapro\" title=\"Jalur Soket CDI Megapro\">Jalur Soket CDI Megapro<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#1_Kabel_Warna_Hijau\" title=\"1. Kabel Warna Hijau\">1. Kabel Warna Hijau<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#2_Kabel_Warna_Biru_Kuning\" title=\"2. Kabel Warna Biru Kuning\">2. Kabel Warna Biru Kuning<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#3_Kabel_Warna_Hitam_Kuning\" title=\"3. Kabel Warna Hitam Kuning\">3. Kabel Warna Hitam Kuning<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#4_Kabel_Warna_Hitam_Putih\" title=\"4. Kabel Warna Hitam Putih\">4. Kabel Warna Hitam Putih<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#Bagaimana_Jika_CDI_Megapro_Mati\" title=\"Bagaimana Jika CDI Megapro Mati?\">Bagaimana Jika CDI Megapro Mati?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jalur-cdi-motor-honda-megapro\/#Tips_Merawat_CDI_Megapro\" title=\"Tips Merawat CDI Megapro\">Tips Merawat CDI Megapro<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Dasar_Rangkaian_Jalur_CDI\"><\/span>Fungsi Dasar Rangkaian Jalur CDI<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"598\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Fungsi-Dasar-Rangkaian-CDI.jpg\" alt=\"Fungsi Dasar Rangkaian CDI Sangat Penting \" class=\"wp-image-4133\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Fungsi-Dasar-Rangkaian-CDI.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Fungsi-Dasar-Rangkaian-CDI-300x199.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Fungsi-Dasar-Rangkaian-CDI-768x510.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption>Mengenal Fungsi Dasar Rangkaian CDI Sangat Penting (Source : teknik-otomotif.co.id)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Sebelum melanjutkan pembahasan mengenai jalur CDI Megapro, terlebih dahulu akan dibahas mengenai fungsi dasar dari rangkaian CDI pada sebuah <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/kendaraan?tipe%5B%5D=motor\"   title=\"motor\" data-wpil-keyword-link=\"linked\">motor<\/a>. Dengan mengetahui fungsi dasarnya, Anda bisa tergambar dengan benar segala sesuatu yang berkaitan dengan CDI tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Melanjutkan pembahasan mengenai fungsi dasar dari CDI, perlu diketahui bahwa saat baterai motor menghasilkan tegangan, rangkaian penguat (booster circuit) akan menguatkan tegangan tersebut dan melakukan pengisian pada kapasitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, sinyal dari pick up coil akan mengakibatkan mengalirnya arus dari CPU ke gate thyristor dalam rangka mengaktifkan thyristor. Saat itu listrik yang disimpan kapasitor mulai mengalir ke ignition coil, sehingga tegangan tinggi terjadi pada busi.<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi dasar rangkaian CDI tadi berlaku pada semua motor, termasuk pada Honda Megapro. Oleh karena itu, pada ulasan kali ini akan dibahas tentang rangkaian jalur CDI Honda Megapro untuk semua varian, baik Megapro Primus atau Megapro lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, jika Anda merupakan pengguna Honda Megapro, pastikan tidak melewatkan ulasan kali ini, karena di dalamnya akan dibahas berbagai hal yang berhubungan dengan CDI motor. Fungsinya yang sangat besar mengharuskan Anda mengetahui hal-hal yang berkaitan dengannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_CDI_Motor\"><\/span>Apa Itu CDI Motor?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"636\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-CDI-Motor.jpg\" alt=\"Apa Itu CDI Motor \" class=\"wp-image-4134\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-CDI-Motor.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-CDI-Motor-300x212.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Apa-Itu-CDI-Motor-768x543.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption>Apa Itu CDI Motor (Source : teknik-otomotif.co.id)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bahwa CDI merupakan pengapian yang tidak menggunakan platina, tetapi hanya menggunakan sistem pengapian magnet roda daya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, output yang keluar dari condenser coil akan disimpan sementara dalam kapasitor sampai sebuah sinyal diterima dari ignition timing control unit (unit pengatur waktu pengapian).<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika itu, thyristor (SCR) aktif dan muatan listrik yang tersimpan pada kapasitor segera dilepas ke kumparan primer ignition coil. Hal ini lantas mengakibatkan terjadinya tegangan tinggi pada kumparan sekunder. Nah, peristiwa ini disebut sebagai sistem pelepasan muatan kapasitif.<\/p>\n\n\n\n<p>Komponen CDI pada motor termasuk Megapro merupakan rangkaian pengapian yang berfungsi memanfaatkan arus listrik tegangan tinggi untuk melakukan induksi di dalam ignition coil.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem pengapian motor memiliki dua macam CDI, yaitu CDI AC dan CDI DC. Keduanya memiliki cara kerja dan fungsi yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, sistem CDI AC memanfaatkan tegangan utama dari alternator atau spul untuk menghasilkan arus bolak-balik atau juga disebut AC. Selanjutnya, komponen lain yang bernama dioda akan mengubah arus menjadi satu arah atau DC.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara sistem pengapian CDI DC lebih simpel. Sebab, tidak perlu menggunakan part rectifier dikarenakan arus listrik bersumber dari output kiprok yang arusnya sudah satu arah atau DC.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jalur_Soket_CDI_Megapro\"><\/span>Jalur Soket CDI Megapro<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"850\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Jalur-Soket-CDI-Megapro.jpg\" alt=\"Jalur Soket CDI Megapro\" class=\"wp-image-4135\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Jalur-Soket-CDI-Megapro.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Jalur-Soket-CDI-Megapro-300x283.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Jalur-Soket-CDI-Megapro-768x725.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption>Jalur Soket CDI Megapro (Source : teknik-otomotif.co.id)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Perlu diketahui bahwa terdapat enam buah terminal yang memiliki empat kabel pada soket CDI Megapro. Ada dua soket yang &nbsp;tidak digunakan alias kosong. Sedangkan soket CDI yang memiliki kabel dihubungkan ke komponen lain pada sistem pengapian.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun posisi terminal dan warna kabel yang terdapat pada terminal CDI Megapro adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kabel_Warna_Hijau\"><\/span>1. Kabel Warna Hijau<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kabel berwarna hijau yang terdapat pada unit CDI Megapro berfungsi sebagai jalur CDI massa body atau terhubung dengan negatif atau ground baterai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kabel_Warna_Biru_Kuning\"><\/span>2. Kabel Warna Biru Kuning<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain kabel berwarna hijau, ada juga kabel berwarna kuning yang merupakan bagian dari terminal CDI Megapro. Fungsinya adalah menghubungkan unit CDI dengan kabel yang berasal pullser dari spull.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kabel_Warna_Hitam_Kuning\"><\/span>3. Kabel Warna Hitam Kuning<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di dalam unit CDI Megapro terdapat juga kabel yang berwarna kuning. Fungsinya adalah untuk mengalirkan arus listrik ke unit CDI sesuai dengan kebutuhan mesin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kabel_Warna_Hitam_Putih\"><\/span>4. Kabel Warna Hitam Putih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kabel terakhir yang juga terdapat pada unit CDI berwarna hitam putih. Fungsinya adalah penyalur atau penghubung unit CDI dengan arus input sebesar 12 volt yang berasal dari positif baterai.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain soket yang disebutkan di atas, terdapat 2 soket kosong pada jalur CDI Megapro. Karena kosong, maka tidak ada pembahasan khusus mengenai kedua soket tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Jika_CDI_Megapro_Mati\"><\/span>Bagaimana Jika CDI Megapro Mati?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"780\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Bagaimana-Jika-CDI-Megapro-Mati.jpg\" alt=\"Mesin Motor Tidak Bisa Dihidupkan Jika CDI Megapro Mati \" class=\"wp-image-4136\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Bagaimana-Jika-CDI-Megapro-Mati.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Bagaimana-Jika-CDI-Megapro-Mati-300x260.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Bagaimana-Jika-CDI-Megapro-Mati-768x666.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption>Mesin Motor Tidak Bisa Dihidupkan Jika CDI Megapro Mati (Source : yasserspeedshop.com)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Terkait dengan pertanyaan di atas, perlu diketahui bahwa jika CDI motor mati atau rusak, termasuk yang disematkan pada Honda Megapro, maka secara otomatis motor tidak bisa dihidupkan. Pasalnya, tidak ada sumber pengapian ketika mesin kendaraan mau dihidupkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya CDI yang mulai bermasalah bisa dirasakan. Hal tersebut diketahui dari kondisi kelistrikan yang tidak stabil, kendaraan sering mati mendadak, motor sulit dihidupkan, dan masih banyak lagi lainnya. Oleh karena itu, Anda mesti memerhatikan gejala-gejala ini sebaik mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika CDI motor termasuk yang ada pada Megapro mengalami kerusakan, maka solusi satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mengganti dengan CDI yang lain. Bisa saja Anda menggantinya dengan CDI bekas, selama memang masih layak untuk digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi jika ingin lebih aman, sebaiknya Anda menggantinya dengan yang baru. Harga CDI Megapro tidak terlalu mahal kok, tidak sampai Rp 100.000.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Merawat_CDI_Megapro\"><\/span>Tips Merawat CDI Megapro<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"871\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tips-Merawat-CDI-Megapro.jpg\" alt=\"TIps Merawat CDI Megapro\" class=\"wp-image-4137\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tips-Merawat-CDI-Megapro.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tips-Merawat-CDI-Megapro-300x290.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Tips-Merawat-CDI-Megapro-768x743.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption>CDI Megapro Perlu Dirawat Agar Tidak Cepat Rusak (Source : tokopedia.com)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Agar CDI Megapro kesayangan Anda tidak cepat rusak, pastikan Anda melakukan perawatan yang tepat. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan melakukan perawatan, berarti Anda mencegah pengobatan berupa penggantian CDI ketika terlanjur rusak.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, sangat disarankan Anda menggunakan kabel yang terbaik pada jalur soket CDI Megapro. Dalam hal ini, sebaiknya Anda hanya menggunakan kabel yang sesuai aturan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, sebaiknya cek juga jalur penghubung CDI seperti Spul. Pastikan kondisinya selalu dalam keadaan masih bagus. Jika bermasalah, jangan dibiarkan saja, tetapi segeralah diperbaiki atau diganti. Sebab, Spul yang rusak akan turut memengaruhi CDI.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelalaian dalam hal inilah yang seringkali mengakibatkan CDI motor mengalami kerusakan dalam waktu cepat. Oleh karena itu, pastikan Anda memerhatikan semua bentuk perawatan yang disebutkan sebelumnya di atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah penjelasan mengenai jalur CDI Megapro dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Semoga bermanfaat, khususnya bagi Anda yang merupakan pengguna motor Megapro.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap motor memiliki unit CDI yang merupakan bagian dari sistem pengapian elektronik tipe CDI, termasuk pada Honda Megapro. Jalur CDI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4132,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[521,523,522],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4131"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4131"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6686,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4131\/revisions\/6686"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}