{"id":2490,"date":"2022-08-03T18:17:29","date_gmt":"2022-08-03T11:17:29","guid":{"rendered":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/?p=2490"},"modified":"2022-08-03T18:18:12","modified_gmt":"2022-08-03T11:18:12","slug":"jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/","title":{"rendered":"Inilah Penjelasan Cara Kerja Mesin 4 Tak dan 2 Tak"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada postingan kali ini kami akan menjelaskan cara kerja mesin 4 tak dan 2 tak. Bagi Anda yang bergelut dalam dunia otomotif, tentu istilah mesin 4 tak dan 2 sudah sering didengarkan dan sudah diketahui. Tapi bagi masyarakat umum, istilah tersebut tentu masih asing bagi mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengetahui perbedaan cara kerja mesin 4 tak dan 2 tak sangat penting. Karena saat membeli sebuah kendaraan, seseorang akan diperhadapkan pada dua pilihan, apakah akan membeli kendaraan yang menggunakan mesin 4 tak atau 2 tak.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika perbedaan kedua jenis di atas tidak diketahui, tentu akan sulit menentukan pilihan. Oleh karena itu, pada postingan kali ini saya akan jelaskan jelaskan cara kerja mesin 4 tak serta perbedaan mendasar di antara keduanya.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_68_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-custom ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title \" >Daftar Isi Artikel<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #555555;color:#555555\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #555555;color:#555555\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 eztoc-toggle-hide-by-default' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#Berikut_Kami_Jelaskan_Cara_Kerja_Mesin_4_Tak_dan_2_Tak\" title=\"Berikut Kami Jelaskan Cara Kerja Mesin 4 Tak dan 2 Tak\">Berikut Kami Jelaskan Cara Kerja Mesin 4 Tak dan 2 Tak<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#Cara_Kerja_Mesin_4_Tak\" title=\"Cara Kerja Mesin 4 Tak\">Cara Kerja Mesin 4 Tak<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#1_Langkah_Hisap\" title=\"1. Langkah Hisap\">1. Langkah Hisap<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#2_Langkah_Kompresi\" title=\"2. Langkah Kompresi\">2. Langkah Kompresi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#3_Langkah_Usaha\" title=\"3. Langkah Usaha\">3. Langkah Usaha<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#4_Langkah_Buang\" title=\"4. Langkah Buang\">4. Langkah Buang<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#Cara_Kerja_Mesin_2_Tak\" title=\"Cara Kerja Mesin 2 Tak\">Cara Kerja Mesin 2 Tak<\/a><ul class='ez-toc-list-level-4' ><li class='ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#Langkah_Hisap_dan_Kompresi\" title=\"Langkah Hisap dan Kompresi\">Langkah Hisap dan Kompresi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-4'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#Langkah_Usaha_dan_Buang\" title=\"Langkah Usaha dan Buang\">Langkah Usaha dan Buang<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#Perbedaan_Mendasar_Mesin_4_Tak_dan_2_Tak\" title=\"Perbedaan Mendasar Mesin 4 Tak dan 2 Tak\">Perbedaan Mendasar Mesin 4 Tak dan 2 Tak<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#1_Perbedaan_Dari_Sisi_Cara_Kerja\" title=\"1. Perbedaan Dari Sisi Cara Kerja\">1. Perbedaan Dari Sisi Cara Kerja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#2_Perbedaan_dari_Sisi_Konstruksi_Mesin\" title=\"2. Perbedaan dari Sisi Konstruksi Mesin\">2. Perbedaan dari Sisi Konstruksi Mesin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/jelaskan-cara-kerja-mesin-4-tak\/#3_Perbedaan_dari_Sisi_Penggunaan_Oli_Pelumas\" title=\"3. Perbedaan dari Sisi Penggunaan Oli Pelumas\">3. Perbedaan dari Sisi Penggunaan Oli Pelumas<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berikut_Kami_Jelaskan_Cara_Kerja_Mesin_4_Tak_dan_2_Tak\"><\/span>Berikut Kami Jelaskan Cara Kerja Mesin 4 Tak dan 2 Tak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas lebih jauh tentang cara kerja kedua jenis mesin tersebut, kiranya sangat penting untuk membahas terlebih dahulu arti dari kata \u2018tak\u2019 itu sendiri. Perlu diketahui bahwa \u2018tak\u2019 merupakan istilah untuk jumlah langkah pada mesin. Oleh karena itu, 4 tak berarti 4 putaran poros engkol baru menghasilkan satu usaha, sedangkan 2 tak berarti 2 putaran poros engkol sudah menghasilkan satu usaha.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Kerja_Mesin_4_Tak\"><\/span>Cara Kerja Mesin 4 Tak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"476\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/mesin-4-tak.jpg\" alt=\"Cara Kerja Mesin 4 Tak \" class=\"wp-image-2493\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/mesin-4-tak.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/mesin-4-tak-300x159.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/mesin-4-tak-768x406.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption>Cara Kerja Mesin 4 Tak (Source : speedwork.id)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Di bawah ini akan disebutkan secara detail cara kerja dari mesin 4 tak. Berikut detailnya :<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Langkah_Hisap\"><\/span>1. Langkah Hisap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Pada langkah ini, katup inlet akan terbuka. Pada saat ini, piston bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB). Langkah ini menyebabkan vakumnya tekanan di ruang bakar, yang mengakibatkan udara masuk ke dalam ruang bakar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Langkah_Kompresi\"><\/span>2. Langkah Kompresi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Langkah kedua ini terjadi tatkala katup inlet tertutup. Waktu itu, piston bergerak dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA). Proses ini menyebabkan campuran udara dan bahan bakar dipadatkan, sehingga temperature mengalami peningkatan akibat tekanan yang meningkat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Langkah_Usaha\"><\/span>3. Langkah Usaha<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Proses ketiga ini terjadi setelah busi memantik api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar tadi. Akibatnya, terjadi ledakan di dalam ruang bakar. Hal ini mengakibatkan piston bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Langkah_Buang\"><\/span>4. Langkah Buang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Langkah keempat ini terjadi ketika katup outlet terbuka. Waktu itu, piston bergerak dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA). Dalam proses ini, gas hasil pembakaran dibuang melalui katup outlet menuju saluran exhaust.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Kerja_Mesin_2_Tak\"><\/span>Cara Kerja Mesin 2 Tak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"450\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/mesin-2-tak.jpg\" alt=\"Cara Kerja Mesin 2 Tak \" class=\"wp-image-2494\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/mesin-2-tak.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/mesin-2-tak-300x150.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/mesin-2-tak-768x384.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption>Cara Kerja Mesin 2 Tak (Source : speedwork.id)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_Hisap_dan_Kompresi\"><\/span>Langkah Hisap dan Kompresi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Pada langkah ini, piston bergerak dari titik mati bawah (TMB) ke titik mati atas (TMA). Ketika itu, campuran udara dan bahan bakar masuk ke poros engkol lalu dipadatkan dan ditekan pada langkah kompresi. Semua ini terjadi dalam satu langkah.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_Usaha_dan_Buang\"><\/span>Langkah Usaha dan Buang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Pada langkah ini, piston bergerak dari titik mati atas (TMA) ke titik mati bawah (TMB). Ketika itu, pembakaran terjadi disebabkan busi yang memantik campuran udara dan bahan bakar. Nantinya hasil pembakaran dikeluarkan melalui katub outlet. Semua ini terjadi dalam satu langkah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Mendasar_Mesin_4_Tak_dan_2_Tak\"><\/span>Perbedaan Mendasar Mesin 4 Tak dan 2 Tak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"601\" src=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/perbedaan-mendasar-cara-kerja-mesin-4-tak-dan-2-tak.jpg\" alt=\"Perbedaan Mendasar Mesin 4 Tak dan 2 Tak\" class=\"wp-image-2495\" srcset=\"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/perbedaan-mendasar-cara-kerja-mesin-4-tak-dan-2-tak.jpg 900w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/perbedaan-mendasar-cara-kerja-mesin-4-tak-dan-2-tak-300x200.jpg 300w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/perbedaan-mendasar-cara-kerja-mesin-4-tak-dan-2-tak-768x513.jpg 768w, https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/perbedaan-mendasar-cara-kerja-mesin-4-tak-dan-2-tak-380x255.jpg 380w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption>Simak Perbedaan Mendasar Mesin 4 Tak dan 2 Tak<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Selain menjelaskan cara kerja mesin 4 tak dan 2 tak, tidak lupa akan dijelaskan di sini sisi-sisi perbedaan utama antara mesin 4 tak dan 2 tak. Untuk lebih jelasnya, berikut sisi perbedaan keduanya :<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Perbedaan_Dari_Sisi_Cara_Kerja\"><\/span>1. Perbedaan Dari Sisi Cara Kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebenarnya di atas sudah disinggung sebelumnya perbedaan antara mesin 4 tak dan 2 tak dari sisi ini. Mesin 4 tak membutuhkan 4 kali putaran poros engkol dan 4 kali gerakan piston baru menghasilkan satu kali usaha atau proses pembakaran. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan 2 tak membutuhkan 2 kali putaran poros engkol dan 2 kali gerakan piston untuk menghasilkan satu usaha atau proses pembakaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perbedaan_dari_Sisi_Konstruksi_Mesin\"><\/span>2. Perbedaan dari Sisi Konstruksi Mesin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan mendasar lainnya terletak pada konstruksi mesin. Dalam hal ini, mesin 4 tak memiliki rantai timing yang menggerakkan poros nok. Demikian pula konstruksi pistonnya yang memiliki keunikan tersendiri karena menggunakan 3 ring.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan pada <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/lacakharga.com\/kendaraan?tipe%5B%5D=motor\"   title=\"motor\" data-wpil-keyword-link=\"linked\">motor<\/a> 2 tak, sama sekali tidak memiliki mekanisme katup pada konstruksi mesinnya dan tidak memiliki rantai timing. Sebab, yang digunakannya hanya katup hisap berupa katup harmonika.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perbedaan_dari_Sisi_Penggunaan_Oli_Pelumas\"><\/span>3. Perbedaan dari Sisi Penggunaan Oli Pelumas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan mendasar lainnya pada mesin 4 tak dan 2 tak terlihat jelas pada oli pelumas yang digunakannya. Sebab, mesin 4 tak membutuhkan oli pelumas di bagian mesin dan bagian transmisi secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan pada mesin 2 tak membutuhkan 2 jenis pelumas di dua bagian yang berbeda, yaitu di bagian mesin dan transmisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, kendaraan yang menggunakan mesin 2 tak membutuhkan oli samping yang nantinya dicampurkan dengan bahan bakar. Sedangkan untuk oli transmisi juga membutuhkan oli yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah kami menjelaskan cara kerja mesin 4 tak dan 2 tak pada postingan kali ini, tentu Anda sudah bisa memahami perbedaan utama pada kedua jenis mesin tersebut. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah menimbang dan memutuskan jenis mesin yang diinginkan saat hendak membeli motor.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada postingan kali ini kami akan menjelaskan cara kerja mesin 4 tak dan 2 tak. Bagi Anda yang bergelut dalam&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2491,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[284,283,282,281],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2490"}],"collection":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2490"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6655,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2490\/revisions\/6655"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lacakharga.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}